Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
'Masih ada kekhawatiran dari investor'
JAKARTA: Krisis finansial mengintai. Indeks harga saham gabungan yang salah satunya terkerek oleh lonjakan harga komoditas tambang, termasuk migas, jeblok. Isu-isu keras soal cost recovery, kasus FSO Cepu, ketidakpastian aturan perpajakan, dan wacana amendemen UU Migas katanya membuat investor takut berinvestasi di Indonesia.
Benarkah demikian? Berikut pernyataan Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Herawati Legowo yang dirangkum Bisnis Indonesia di Jakarta. Berikut petikannya.
Bagaimana sebenarnya perkembangan investasi subsektor migas di Indonesia?
Saya katakan sebetulnya investasi cukup baik. Selama tiga bulan di Ditjen Migas, tidak berhenti calon investor datang untuk menyampaikan aplikasi joint study wilayah kerja migas.
Itu satu jalan menuju investasi melalui tender penawaran langsung tanpa menunggu tender pemerintah. Saya sangat appreciate berarti investasi bermula dari inisiatif investor sendiri yang menunjukkan di Indonesia masih banyak peluang.
Apa sudah ada realisasi rencana dari investor yang datang ke pemerintah?
Pekan depan kami akan sampaikan ada empat hal yang menunjukkan investasi masih bagus. Pertama pengumuman delapan calon pemenang tender reguler dan 22 calon pemenang tender penawaran langsung direct offer.
Selain itu, ada dua pemenang untuk wilayah kerja coal bed methane. Bahkan, pada saat bersamaan kami juga akan mengumumkan pembukaan tender 30 wilayah kerja yang 16 di antaranya direct offer. Ini semuanya investasi. Dengan perkembangan ini, saya tidak terlalu khawatir dengan investasi migas.
Berarti bisa dikatakan investasi migas aman-aman saja?
Secara umum demikian. Tapi kami memang menangkap adanya kerisauan yang dikemukakan calon investor, yang justru tidak terkait dengan krisis keuangan global saat ini.
Mereka katakan khawatir soal ketidakpastian mengenai DMO dan juga sorotan publik pada sektor migas di Tanah Air yang begitu kuat, seperti cost recovery.
Bahkan ada yang sampai mengatakan akan menunda investasi sebelum ada kejelasan mengenai itu. Saya katakan, selama Anda akuntabel dan rasional dan aturan juga sudah ditetapkan, tidak perlu khawatir.
Mengapa DMO masih mereka persoalkan padahal UU sudah menggarisbawahi?
Yang mereka khawatirkan bukanlah kewajiban itu. Mereka bilang tidak khawatirkan kewajiban DMO asal harganya bersaing. Investor itu willing domestik as long as secara ekonomi harganya beralasan. Saya katakan industri di Indonesia sudah hebat, industri pupuk sudah hebat dan berani beli dengan harga mirip keekonomian. Tapi, tetap saja, suasana seperti ini membuat mereka tetap khawatir.
Maksudnya?
Begini, selama tiga bulan terakhir tidak ada kekhawatiran soal investasi. Tapi yang dikhawatirkan adalah justru kita sendiri yang tidak aku-akur. Seakan-akan semua salah.
Parlemen akan mengamendemen UU Migas. Bagaimana tanggapan pemerintah?
Mohon tidak juga lupa bahwa UU Migas sudah diamendemen MK. Sudah dicabut pada 2001, dan dikeluarkan lagi pada 2004. Tapi kami terbuka kalau memang perlu UU Migas diamendemen selama itu beralasan dan baik untuk kepentingan nasional.
Pemerintah siap menerima masukan apa saja, asal beralasan dan baik untuk bangsa dan negara. Tapi perlu dijelaskan bahwa kondisinya sesungguhnya seperti ini.
Termasuk mengubah BP Migas dari BHMN menjadi BUMN?
Ini perlu dijelaskan mengapa itu perlu diubah. Yang jelas, ketika pertama kali dibentuk BP Migas, idenya agar badan tersebut lebih independen dan tidak ikut bermain dalam melakukan bisnis minyak.
Tujuannya adalah supaya dia menjadi wasit yang mewakili pemerintah dalam kerja sama dengan kontraktor. Saya tidak tahu apakah kalau diubah menjadi BUMN, BP Migas akan lebih baik atau tidak.
Pewawancara: Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik