Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Tender wilayah kerja migas tahap II dibuka

JAKARTA: Pemerintah akan membuka tender wilayah kerja migas tahap kedua yang menawarkan sebanyak 30 wilayah kerja.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Herawati Legowo mengatakan pembukaan tender yang akan dilakukan pada Oktober itu terdiri dari 16 penawaran langsung melalui mekanisme studi bersama, dan 14 sisanya merupakan tender reguler.

Dia menilai komposisi tersebut menunjukkan minat investasi subsektor migas masih baik.

"Setiap hari banyak investor datang ke kantor saya menanyakan kemungkinan investasi migas di Indonesia. Di antara mereka bahkan berinisiatif untuk melakukan joint study. Jadi, ini membuktikan minat investor untuk investasi migas masih cukup baik," katanya Kamis.

Seperti diketahui, penawaran langsung dilalui tahap studi bersama atas inisiatif investor. Apabila wilayah kerja dinyatakan layak ditindaklanjuti, penanam modal akan memasukkan dokumen studi untuk ditenderkan oleh pemerintah. Investor diberi kesempatan pertama untuk diadu dengan pesaing, yang akan dipilih siapa di antaranya yang mengajukan penawaran terbaik.

Menurut Evita, ke-30 wilayah kerja tersebut merupakan blok-blok baru, dan tidak termasuk wilayah kerja yang sudah pernah ditawarkan. Seperti diketahui, dari 21 wilayah kerja yang ditawarkan secara reguler pada 2007. Pemerintah hanya menetapkan delapan pemenang.

Adapun tender tahap pertama 2008 sebanyak 25 wilayah kerja, pemerintah akan menetapkan 22 pemenang. Artinya, sebenarnya terdapat 16 wilayah kerja dari 46 wilayah kerja yang ditawarkan pemerintah belum meraih minat investor.

"Kalau nanti yang penawaran terbaru ini laku, pemenangnya akan diumumkan pada awal 2009," ungkapnya.

Realisasi proyek

Direktur Center of Petroleum and Energy for Economics Studies Kurtubi mengatakan pemerintah seharusnya lebih melihat pada realisasi dari proyek yang ditenderkan.

Dia menilai dalam 3 tahun terakhir di tengah meningkatnya jumlah proyek yang ditender dan ditetapkan pemenangnya, tidak ada perubahan berarti pada jumlah cadangan migas.

"Dalam tiga tahun terakhir bisa dikatakan tidak ada eksplorasi di lapangan-lapangan baru. Terbukti cadangan terus turun. Jangan-jangan setelah menang tender mereka jual itu ke pihak lain dan setelah itu tidak ada kegiatan sama sekali."

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan banyaknya tender yang dibuka tidak menjamin investasi akan mengalir, tanpa ada insentif dan juga perbaikan pengelolaan migas nasional.

Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjamin krisis keuangan global tidak akan berdampak pada kelangsungan pembiayaan proyek PLTU 10.000 MW.

Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara mengatakan PLN telah membangun sistem keuangan yang imun terhadap segala kondisi, termasuk gonjang-ganjing keuangan dunia.

"Kami menjamin meski terjadi krisis global, khususnya di AS, tidak akan berdampak pada kelangsungan proyek PLTU 10.000 MW," katanya, dalam siaran pers yang diterima Bisnis, baru-baru ini.

Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Kalimantan Gold akuisisi tambang
  • EKSPLORASI
    Pajak ekspor minyak Rusia turun
  • EKSPLORASI
    Investasi negara OPEC akan melambat
  • EKSPLORASI
    PetroVietnam cari pemasok minyak