Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 18/11/2008

8 Perusahaan berpeluang jadi mitra Pertamina di Natuna

JAKARTA: PT Pertamina akhirnya menyisakan delapan perusahaan minyak dan gas (migas) kelas dunia dari 20 perusahaan yang berminat menjadi mitra BUMN migas untuk menggarap Blok Natuna D-Alpha.

Kedelapan perusahaan kelas dunia itu adalah ExxonMobil Corp, Total SA, Chevron Corp, StatOil, Royal Dutch/Shell, China National Petroleum Corp. Petronas, dan Eni SpA. Terpilihnya delapan perusahaan itu merupakan keputusan final dari hasil kajian konsultan Pertamina Wood MacKenzie Ltd.

"Memang benar, delapan perusahaan itu telah dipilih berdasarkan hasil kajian Wood MacKenzie. Nantinya akan diperas lagi," kata Direktur Hulu Pertamina Karen Agustiawan kepada Bisnis, kemarin.

Informasi siapa saja delapan perusahaan migas yang berpeluang menjadi mitra Pertamina hingga siang hari kemarin masih belum diketahui. Bahkan, Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan ketika dihubungi Bisnis hanya berucap singkat jajaran direksi belum dapat memberikan informasi detail mengenai calon mitra. "Maaf, masalah itu masih confidential. Kami tetap no comment karena prosesnya belum selesai."

Senada dengan Iin Arifin, Komisaris Pertamina Maizar Rahman juga mengemukakan pendapat yang sama. Dia mengaku jajaran direksi belum memberikan laporan kepada dewan komisaris soal delapan perusahaan yang berpeluang jadi mitra Pertamina.

"Belum ada laporan. Pastinya direksi sedang melakukan persiapan sebelum ke kami," tuturnya.

Namun, kedelapan perusahaan itu akhirnya telah diputuskan. Pertamina sendiri, seperti pernah dikatakan Karen Agustiawan, akan memberikan kesempatan dua hingga tiga perusahaan migas untuk menjadi mitra menggarap blok di lepas pantai Kepulauan Natuna itu.

Transfer teknologi

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi mitra Pertamina adalah mampu melakukan transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia selain yang utama berupa aspek keuangannya. Perusahaan calon mitra juga dituntut mampu bekerja sama untuk mengembangkan kemampuan internal perusahaan.

"Kami juga akan melihat aset swap yang ditawarkan oleh mereka [calon mitra]."

Dia menjelaskan BUMN migas itu akan mengambil 40% porsi saham di Blok Natuna D-Alpha atau menjadi mayoritas. "Sisanya 60% akan menjadi bagian mitra. Berapa jumlahnya itu nanti bisa lebih satu. Mereka bisa membentuk konsorsium di blok itu," katanya.

Menurut Karen, terpilihnya delapan perusahaan itu diharapkan bisa diperas lebih jauh lagi. Dengan demikian, lanjutnya, blok itu bisa segera berproduksi.

"Kami kini juga sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah mengenai PSC [production sharing contract]," tuturnya.

Sebelumnya, Dirut Pertamina Ari H. Soemarno menyatakan manajemen BUMN energi ini akan mempertimbangkan penunjukan perusahaan migas sebagai mitra yang memiliki teknologi pemisahan CO2, penyimpanan CO2 kembali ke dalam tanah, dan teknologi pengelolaan gas di lepas pantai.

Oleh Diena Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Premium di Jombang langka
  • EKSPLORASI
    BBN nonsubsidi dapat fasilitas
  • Terbukalah soal kelangkaan premium
  • Harga premium dunia anomali
    ICP bulanan terus merosot hingga akhir 2008