Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 20/11/2008

Pertamina ingin partisipasi di Blok Semai V

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) membuka diri untuk memperoleh hak partisipasi sebesar 10% untuk pengelolaan Blok Semai V setelah blok itu beroperasi secara komersial.

"Kami akan ambil kalau diberi kesempatan. Itu kan berada di lebih dari 12 mil dari pantai jadi kami bisa mendapatkan hak partisipasi," kata Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Takhyan kemarin.

Iin mengatakan perseroan tidak lagi mempersoalkan kekalahannya atas Amerada Hess dalam pengelolaan blok dengan kandungan gas sebanyak 8 triliun kaki kubik tersebut. "Namanya juga usaha. Sekarang sudah diputuskan seperti itu ya jalanin saja," katanya tanpa ekspresi kekecewaan.

Menurut kontrak production sharing (PSC), Pertamina memang berpeluang memiliki hak partisipasi atas pengelolaan blok yang dikuasai perusahaan lain, terutama di wilayah lepas pantai yang tidak memungkinkan hak tersebut dimiliki oleh BUMD.

Namun, hak tersebut bisa dinyatakan gugur apabila Pertamina ikut dalam tender terbuka atas blok itu sebelumnya, sehingga peluang mendapatkan hak partisipasi hanya bisa diperoleh melalui pendekatan business to business.

Sebelumnya, Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno menolak secara tegas ajakan Hess, yang dimediasi oleh pemerintah, untuk bergabung dengan perusahaan asal AS itu di Blok Semai. Bahkan, Ari menantang perusahaan itu untuk membuktikan kemampuannya melakukan program eksplorasi sesuai dengan anggaran yang diajukan dalam tender.

"Kami tidak bersedia menerima tawaran Hess itu. Kita lihat saja nanti, mampu tidaknya Hess melaksanakan program eksplorasi dengan anggaran yang diusulkannya."

Sementara itu, Koordinator Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK-N) Marwan Batubara mengatakan Pertamina kehilangan potensi penerimaan sekitar US$14,69 miliar dengan lepasnya Blok Semai V. Menurut perhitungannya, dengan kandungan gas sebanyak delapan TCF, potensi penerimaan total dari blok tersebut bisa tembus angka US$87 miliar.

"Pertamina yang punya porsi saham 30% atas blok itu berpotensi mendapat US$14,69 miliar," katanya.

Kehilangan potensi itu, katanya, bisa lebih besar karena BUMN itu sebenarnya memiliki opsi untuk menambah nilai sahamnya di blok tersebut. "Pertamina juga kehilangan potensi peningkatan nilai perusahaan sehingga kami memandang perlu adanya ketegasan dari Presiden untuk membatalkan penyerahan Blok Semai V kepada Hess."

Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Premium di Jombang langka
  • EKSPLORASI
    BBN nonsubsidi dapat fasilitas
  • Terbukalah soal kelangkaan premium
  • Harga premium dunia anomali
    ICP bulanan terus merosot hingga akhir 2008