Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/12/2008

PGN operasikan stasiun induk CNG 2011

PALEMBANG: PT Perusahaan Gas Negara Tbk membangun stasiun induk (mother station) untuk pengembangan usaha compress natural gas (CNG) dengan investasi senilai Rp60 miliar yang akan beroperasi pada 2011.

Direktur Pengembangan PGN Bambang Banyudoyo mengatakan CNG merupakan sistem distribusi tanpa menggunakan pipa seperti yang digeluti perusahaan selama ini.

"Pengembangan usaha CNG ini ditujukan untuk daerah yang berada di luar jangkauan jaringan pipa PGN. Kami membangun mother station atau stasiun induk gas di daerah Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat. Besarnya kapasitas dipasang bertahap dengan melihat skala ekonomi penggunaan gas, terutama 200 kilometer di sekitar stasiun induk. Kapasitasnya bisa mencapai 10 juta juta kaki kubik per hari (MMscfd)," katanya dalam penjelasan mengenai rencana perusahaan di Palembang, Selasa malam.

Dia menambahkan besarnya investasi senilai Rp60 miliar itu hanya untuk pembangunan stasiun induk. Menurut dia, sumber dana berasal dari internal perusahaan.

"Luas areal yang dibutuhkan untuk stasiun induk dan kelengkapannya sekitar 1 hektare. Pengguna gas melalui CNG ini sebagian besar industri, tidak ke rumah tangga. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan penggunaan gas bumi," tuturnya.

Direktur Umum PGN Djoko Pramono menambahkan untuk membangun atau memasang jaringan pipa membutuhkan waktu lama, termasuk masalah perizinan.

"Misalnya, di Bandung itu potensi penggunaan gasnya besar, namun tidak ada jaringan pipa gas. Maka dibuatlah mother station untuk melayani konsumen. CNG ini sudah lazim dilakukan di China, Korsel, dan AS

Dana internal

Dalam rangka pembangunan stasiun induk CNG, tambahnya, PGN akan menggunakan sumber pendanaan internal perusahaan.

Berkaitan dengan target kinerja di tengah krisis keuangan global, Bambang mengemukakan BUMN itu hingga kini belum melakukan revisi target kinerja untuk tahun depan.

"Sampai saat ini belum ada revisi target ke depan. Industri gas tetap jadi idola. Meski begitu, mungkin saja terjadi pengurangan penggunaan gas dari sejumlah industri yang disebabkan oleh banyak faktor," ujarnya.

Bambang mengungkapkan pihaknya mengkaji penurunan penggunaan gas oleh industri. Bisa saja, lanjutnya, turunnya penggunaan gas itu disebabkan berkurangnya konsumsi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan masalah ini disebabkan oleh berkurangnya aktivitas akibat krisis.

"Memang sampai saat ini belum ada permintaan pengurangan kontrak dari konsumen industri karena minat terhadap gas ini masih tinggi. Selain itu, kami selalu menjaga keseimbangan sistem distribusi antara permintaan dan pasok gas."

Di sisi lain, lanjutnya, penggunaan transaksi di PGN sebagian besar menggunakan dolar AS. Jadi, tidak banyak terimbas oleh krisis finansial yang telah membawa rupiah ke level Rp12.000 per dolar AS.

Oleh M. Yunan Hilmi
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Premium di Jombang langka
  • EKSPLORASI
    BBN nonsubsidi dapat fasilitas
  • Terbukalah soal kelangkaan premium
  • Harga premium dunia anomali
    ICP bulanan terus merosot hingga akhir 2008