Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/12/2008
Pertamina akan divestasi anak usaha noninti
JAKARTA: PT Pertamina (Persero) akan melakukan divestasi anak perusahaan yang menderita kerugian, terutama yang tidak masuk dalam bisnis inti perseroan minyak dan gas.
"Anak usaha yang tidak bisa menghasilkan dan terakumulasi rugi akan dijual," kata Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, , Kamis dinihari.
Menurut Iin anak perusahaan saat ini yang bergerak di bidang bisnis noninti meliputi asuransi, dana pensiun, jasa hukum, jasa pariwisata dan akomodasi, layanan kesehatan, konstruksi dan manufaktur, realestat dan properti.
Berdasarkan bahan rapat, dari 21 anak perusahaan tercatat lima di antaranya hingga periode September 2008 mengalami rugi usaha yaitu PT Geo Dipa Energi, PT Patra Dok Dumai, PT Pertamina EP Randugunting, dan PT Pelita Air Service.
Perseroan sedang melakukan transisi seluruh anak perusahaan sehingga Pertamina lebih fokus ke bisnis inti. Perusahaan yang tidak terkait langsung, diutarakan IIn, seperti hotel dan konsultan pasti akan dilepas, sedangkan yang menunjang langsung bisnis Pertamina akan dipertahankan.
"Pola divestasinya sedang dipelajari. Sedangkan anak usaha yang menjadi bisnis penunjang diserahkan kepada Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk dilakukan restrukturisasi," ujarnya.
Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan mengatakan pihaknya masih menghitung aset yang akan direstrukturisasi melalui PPA.
"Pelaksananan restrukturisasi itu akan dilakukan secara bertahap dan terus-menerus, tetapi kami belum dapat menyebutkan nilainya."
Sementara itu, Direktur Utama PPA Boyke Mukijat mengatakan pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan Partamina untuk menentukan aset perseroan yang bisa segera dilepas. (Bambang P. Jatmiko )
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
PoD Masela disetujui - Distribusi BBM, mau canggih malah buyar
- PLN: Kondisi kelistrikan 2009 lebih baik
- Syarat Natuna segera dibahas lagi
- Pertamina kaji akuisisi Tuban Petro