Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/12/2008
Pembangunan PLTG Sengkang 60 MW disetujui
MAKASSAR: Keinginan PT Energy Sengkang membangun pembangkit listrik tenaga gas sebesar 60 MW di Kabupaten Wajo, Sulsel, telah mendapat lampu hijau dari direksi PLN.
General Manager PLN Sulselrabar Arifuddin Nurdin mengatakan persetujuan itu membuat kedua pihak dapat segera menandatangani perjanjian jual beli pada Desember.
"Dengan adanya persetujuan direksi, pada dasarnya tak ada masalah lagi sehingga kontrak bisa ditandatangani secepatnya pada Desember ini di Jakarta," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.
Energy Sengkang selama ini memasok total 195 MW listrik untuk sistem Sulawesi Selatan dan Barat, termasuk 60 MW baru yang beroperasi 24 November.
Sebenarnya perusahaan modal asing itu merencanakan penambahan 60 MW listrik gas baru akan dilakukan pada 2010 sambil menunggu perwujudan rencana prioritas lainnya a.l. pembangunan jaringan pipa gas ke Pelabuhan Makassar.
Namun, atas permintaan pemerintah provinsi Sulsel yang tengah berkejaran dengan krisis listrik yang makin parah, Energy Sengkang menyatakan siap mempercepat penambahan daya.
"Mereka bilang siap membangun mulai Januari 2009 kalau kontrak sudah ditandatangani Desember ini. Jika bisa begitu, penambahan daya diperkirakan selesai Agustus 2009," papar Arifuddin.
Menurutnya, daya mampu kelistrikan Sulselbar akan mencapai 590 MW setelah tambahan baru dari Sengkang itu masuk. Sekarang beban puncak wilayah itu 490-520 MW. "Saat itulah krisis listrik kita benar-benar berakhir," tukasnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Energy Sengkang berniat menjual produksi listrik tersebut seharga 4,8 sen dolar per kwh.
Energy Sengkang memperoleh suplai gas dari perusahaan afiliasi PT Energy Equity Epic Sengkang. Energy Equity tercatat menguasai daerah operasi di Blok Sengkang, Wajo.
Perusahaan ini membenamkan investasi US$99 juta per Juni 2004 untuk memproduksi 26,5 mmscdf gas per tahun.
Pemegang saham Energy Equity adalah Elpaso Energy International Company asal AS (50%) dan Energy World dari Australia (50%).
Oleh Kwan Men Yon
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
PoD Masela disetujui - Distribusi BBM, mau canggih malah buyar
- PLN: Kondisi kelistrikan 2009 lebih baik
- Syarat Natuna segera dibahas lagi
- Pertamina kaji akuisisi Tuban Petro