Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Gaya muda jaga ketahanan ekonomi
Tiga kandidat akan meramaikan pemilihan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumut periode 2007-2010 yang digelar hari ini. Ketiga kandidat tersebut yakni Firsal F. Mutyara, Said Al-Idrus, Ikhsan Habib, ketiganya pengurus harian Hipmi Sumut.
Harapan dari pergantian nakhoda kepengurusan Hipmi Sumut untuk periode tiga tahun mendatang dalam musyawarah daerah (musda) ke-13 Hipmi Sumut ini, memang sungguh besar. Terutama lagi di tengah kekhawatiran makin merosotnya daya juang generasi muda untuk menjadi pengusaha muda andal, tumpuan harapan perekonomian nasional.
Tak urung, Ketua Umum Hipmi Pusat Sandiaga Uno dalam beberapa kali kesempatan, mengingatkan betapa pentingnya usaha semua pihak untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru muda yang andal, enerjik, inovatif serta pantang menyerah demi menjaga ketahanan ekonomi nasional, tidak terkecuali di daerah.
Bahkan, ia selalu menantang agar pengusaha-pengusaha muda dari daerah, tidak perlu takut dan kehilangan percaya diri untuk berkiprah di pentas dunia usaha nasional, bahkan sampai ke persaingan dunia usaha global, sekalipun.
Jika setiap kali berkunjung ke daerah menyambangi pengurus Hipmi di daerah, teriakan semangat menciptakan barisan generasi pengusaha muda baru yang lebih banyak senantiasa digaungkan, sejatinya sebenarnya hendak mengingatkan adanya semacam kegelisahan dari bangsa ini terhadap kecenderungan semakin menyusutnya jumlah pengusaha yang berkiprah guna memajukan perekonomian nasional.
Apalagi jumlah pengusaha yang uzur semakin bertambah, sementara tidak diimbangi pertumbuhan generasi baru pengusaha muda. "Padahal, manakala jumlah pengusaha semakin banyak maka jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya," ujarnya.
Artinya, setiap terjadi pertumbuhan jumlah pengusaha maka akan berkorelasi langsung terhadap kemajuan ekonomi karena di tangan pengusaha akan tercipta efek ganda ekonomi yang signifikan, mulai dari penciptaan tenaga kerja yang berarti pengurangan jumlah pengangguran dan penurunan kemiskinan, pertumbuhan penerimaan pajak negara.
Dari data BPS terungkap, potensi kaum muda yang bisa dicetak menjadi pengusaha muda yakni berusia 20-41 tahun, jumlahnya mencapai 70 juta jiwa. Kalau diasumsikan 10% di antaranya membuka usaha dengan asumsi membuka 5 unit usaha, berarti ada sekitar 7 juta pengusaha muda baru tercipta dengan potensi menciptakan lapangan kerja bagi 35 juta jiwa, sebuah jumlah signifikan membantu pemerintah mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
Minat merosot
Namun persoalannya sekarang, menurut tokoh pengusaha muda Sumut, Hendra Arbie, semakin hari minat generasi muda untuk menjadi pengusaha semakin merosot. Lebih banyak yang ingin mengambil jalur cepat, menjadi pegawai baik di instansi pemerintah maupun swasta.
Hendra menduga minimnya minat generasi muda kita untuk tampil menjadi pengusaha disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kultur pendidikan keluarga yang cenderung mengarahkan anak untuk menjadi pekerja, kurikulum pendidikan sekolah kurang mendukung lahirnya mental anak didik yang berani menantang risiko.
"Termasuk juga andil pemerintah yang belum optimal untuk memberi ruang usaha yang kondusif bagi generasi muda untuk berani membuka usaha. Jadi, masalahnya sangat kompleks, tetapi tidak berarti Hipmi berdiam diri. Dia harus segera bertindak demi kelangsungan ekonomi nasional,'' ujarnya.
Selain isu kemandirian usaha, dia menilai ada beberapa isu penting yang akan menjadi topik pembahasan menarik yang dapat diangkat dalam Musda Hipmi Sumut, di antaranya gerakan menciptakan pengusaha muda baru, peningkatan kiprah pengusaha muda dalam memajukan perekonomian daerah, peningkatan daya kompetisi pengusaha muda daerah untuk bersaing di kancah nasional ataupun internasional.
Dia menggarisbawahi masih minimnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia usaha sebagai satu persoalan besar yang menuntut perhatian serius dari semua pihak termasuk jajaran Hipmi.
''Kalangan generasi muda kita selalu ingin cepat sukses secara instan. Padahal pengusaha besar mana pun di dunia ini, semuanya bermula dari usaha yang sederhana dan kemudian menjalani proses panjang untuk menjadi sukses.'' (yusran.yunus@bisnis.co.id)
Oleh Yusran Yunus
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- NUSANTARA
Inflasi Kalsel capai 12,54% - NUSANTARA
Sulut bidik Kaltim jadi pasar hortikultura - NUSANTARA
Transaksi Marine Expo Rp132 miliar - Toba Pulp disarankan dukung budidaya kemenyan
- Pasokan SDM keuangan minim picu problem anggaran daerah