Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

PTPN II diminta tetap pertahankan tembakau deli

MEDAN: PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, Sumatra Utara, diminta mempertahankan keberadaan tembakau deli karena telah memiliki brand dan mengharumkan nama Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.

Soejai Kartasasmita, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI), mengatakan meskipun harga tembakau deli tahun ini turun menjadi rata-rata 50 euro per kg, hal itu, jangan sampai mengakibatkan jajaran manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa berniat mengonversi lahan tembakau menjadi tanaman kelapa sawit.

"Sangat tolol jika tanaman tembakau deli dihentikan produksinya. Untuk menghidupkannya kembali ketika harga naik sangat susah," ujarnya menjawab Bisnis, pekan ini. Dia dimintai tanggapan terkait dengan konversi areal tembakau deli menjadi kelapa sawit.

Dia menjelaskan prospek tembakau deli masih menjanjikan karena tidak ada yang bisa menggantikannya sebagai pembalut cerutu terbaik di dunia. Sekitar 10 tahun daun tembakau deli bisa disimpan tanpa mengurangi taste dan warnanya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan pemerintah daerah di Sumut yang wilayahnya masih dijadikan lokasi penanaman tembakau deli harus ikut berpartisipasi untuk melindungi areal pertanaman tembakau.

Dia mencontohkan ketika Kenya memindahkan penjualan tembakau ke Afrika dari Eropa, mata dagangan negara itu hilang dari peredaran dan tenggelam sampai saat ini.

Indonesia, ungkap Soejai, sebagai penghasil tembakau deli satu-satunya di dunia harus bisa belajar dari pengalaman pahit Kenya tersebut.

''Jangan pernah berpikir untuk memindahkan pabrik cerutu atau lelang tembakau dari Bremen ke Sumut. Itu akan mematikan perdagangan tembakau deli  sendiri,'' katanya.

Sebelumnya, Dirut PTPN II Tanjung Morawa Bhatara Moeda Nasution mengakui harga lelang tembakau deli tahun ini merosot dibandingkan dengan harga tahun lalu.

Oleh karena itu, ujarnya,  PTPN II tahun ini akan mengurangi volume tembakau yang akan dilelang pada 2009 untuk meningkatkan posisi tawar PTPN II terhadap pembeli tembakau di Eropa.

Soejai mengakui dua tahun terakhir selalu ikut menyaksikan lelang tembakau deli di Bremen, Jerman. Tahun lalu, jelasnya, kualitasnya bagus dan harga mencapai 80 Euro per kg. Tahun ini, lanjutnya, kendati kualitasnya bagus tetapi harganya turun menjadi 50 Euro per kg karena stok pemilik pabrik cerutu di Eropa masih banyak.

Oleh Master Sihotang
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Puluhan PMA di Sumut ancam hengkang terkait limbah batu bara
  • Pembahasan upah minimum Batam buntu
  • SEPUTAR KOTA
    Pemprov Babel genjot pasar domestik
  • SEPUTAR KOTA
    PLN Medan terus tagih tunggakan