Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

NUSANTARA
Inflasi Kalsel capai 12,54%

BANJARMASIN: Kelangkaan dan kenaikan bahan bakar minyak di Kalimantan Selatan dalam beberapa bulan terakhir memicu tingginya tingkat inflasi.

Inflasi di Kalsel diwakili kota Banjarmasin pada  Juli tahun ini yang mencapai 12,54% year on year (yoy) atau jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang hanya 11,90%.

"Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 19,5%, diikuti oleh kelompok transportasi, komunikasi, jasa, keuangan 16,68%, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 16,30%," ujar Sakti, anggota tim kajian perekonomian Bank Indonesia Banjarmasin, kemarin.

Dia  mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian BI Banjarmasin, pola inflasi di Kalsel saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti  produksi, distribusi, dan transportasi merupakan faktor dominan. (Antara)

bisnis.com

Berita Lain

  • Puluhan PMA di Sumut ancam hengkang terkait limbah batu bara
  • Pembahasan upah minimum Batam buntu
  • SEPUTAR KOTA
    Pemprov Babel genjot pasar domestik
  • SEPUTAR KOTA
    PLN Medan terus tagih tunggakan