Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 06/09/2008

Kadin Sumut bentuk North Sumatra Investment

MEDAN: Kadin Sumut membentuk North Sumatra Investment (NSI) guna menarik investor masuk ke kawasan ekonomi khusus (KEK) di Medan seluas 2.000 ha dan Tapanuli Tengah (Tapteng) seluas 6.300 ha.

Ketua Kadin Sumut Irfan Mutyara mengungkapkan North Sumatra Investment yang berkantor di Jakarta itu dibentuk guna meningkatkan promosi dan persaingan antardaerah dalam menarik investasi.

"Kalau Kadin tidak membentuk NSI sulit menarik investor masuk ke KEK yang dikembangkan di Medan dan Tapteng karena daerah lain, juga menawarkan kawasan yang sama. Apalagi daerah di Jawa yang infrastrukturnya bagus," ujarnya kepada Bisnis di Medan, kemarin.

Dengan situasi itu daerah di luar Jawa selalu menjadi pilihan terakhir jika investor mau menanamkan modalnya. Dengan alasan itu, lanjutnya, Kadinda Sumut menilai perlu membentuk NSI secepat mungkin untuk meyakinkan para investor menanamkan modalnya di Sumut.

Terkait dengan kesiapan infrastruktur itu, dia menjelaskan, akses jalan menuju KEK di Medan yang dipersiapkan seluas 2.000 ha di dekat Pelabuhan Belawan sudah terbuka. Para pemilik tanah sudah memberi izin asal pemerintah membangun jalan masuk ke kawasan khusus tersebut.

Adapun KEK di Tapteng, tersedia seluas 6.300 ha dan kini prasarana dan sarana sedang dibangun pemerintah pusat dan daerah. Pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x115 MW akan beroperasi. Industri yang cocok dikembangkan di KEK Tapteng adalah perikanan.

Sektor lainnya adalah industri penimbunan minyak sawit mentah. Bila ini terwujud, produksi minyak sawit dari Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapteng dapat dikapalkan dari KEK Tapteng menuju India dan Eropa.

Tunggu pusat

Raya Timbul Manurung, konsultan KEK Medan, mengakui walikota sudah menyetujui desain lokasi dan membangun jalan ke lokasi tersebut. "Kami tinggal pusat. Medan sudah siap dengan konsep yang terintegrasi mulai dari lokasi pabrik, gudang, pelabuhan, dan fasilitas lainnya."

Dia optimistis kalau DPR sudah mensahkan UU KEK dan pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP)-nya, Medan sudah siap menarik dan menawarkan lokasi KEK kepada investor. "Ini bukan program muluk-muluk, tapi disiapkan sebelum UU KEK lahir."

Di samping itu, para pemilik tanah tidak menuntut ganti rugi asalkan pemerintah daerah kota Medan membangun jalan menuju KEK yang sudah disiapkan, sedangkan pengembangan KEK Tapteng, kata konsultan ini, seluruhnya ditangani Pemkab Tapteng bersama konsultan lain.

"Mereka lebih tahu kondisi daerahnya. Desainnya pun mereka yang merancang, sehingga areal yang disediakan jauh lebih luas dibandingkan dengan KEK Medan."

Oleh Master Sihotang
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Puluhan PMA di Sumut ancam hengkang terkait limbah batu bara
  • Pembahasan upah minimum Batam buntu
  • SEPUTAR KOTA
    Pemprov Babel genjot pasar domestik
  • SEPUTAR KOTA
    PLN Medan terus tagih tunggakan