Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
UKM di Sumut bertumbangan
MEDAN: Kondisi UKM di Sumatra Utara semakin lama semakin terpuruk akibat kenaikan harga bahan baku, energi, serta masih maraknya praktik pungutan liar menambah beban pelaku usaha.
Ketua Forum Daerah UKM Sumut Cahyo Pramono mengatakan kondisi UKM Sumut ibarat hidup segan mati tak mau. Kenyataannya, kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan yang ada di lapangan.
Cahyo mencontohkan kebijakan pemerintah menaikkan elpiji, ternyata di lapangan harga sudah naik terlebih dahulu dan nilainya lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Harga elpiji untuk tabung 12 kg di Sumut bervariasi berkisar Rp 75.000 hingga Rp90.000.
Dia menambahkan saat ini sebagian besar UKM di Sumut terpaksa tetap eksis karena tidak ada pilihan lain. Keuntungan yang diperoleh turun setiap tahun hingga 60%.
"Kami tetap berproduksi agar tetap makan. Yang penting jangan gulung tikar," katanya di Medan, kemarin.
Akibat kesulitan ini, jumlah UKM yang tetap bertahan hingga saat ini mencapai 80% dari total jumlah UKM Sumut sebanyak 3 juta pada tahun lalu. UKM yang bertahan adalah UKM yang berusia di atas 8 tahun, sedangkan yang rentan gulung tikar UKM yang usianya di bawah 2 tahun.
Dia khawatir jumlah UKM yang mampu bertahan semakin berkurang melihat prediksi kebijakan ekonomi pemerintah ke depan. Menurut dia, dalam 2 tahun ke depan, pemerintah akan disibukkan pada kewajiban membayar utang luar negeri yang jumlahnya semakin berlipat.
Juk Liem, salah seorang pelaku UKM di bidang makanan olahan di Sumut, mengatakan kondisi usahanya semakin sulit untuk bertahan. Apalagi menjelang hari besar, di mana semua harga kebutuhan bahan baku usaha seperti tepung mengalami kenaikan.
"Beban kami semakin bertambah saat listrik sering padam di Sumut. Ini belum lagi soal pungli," katanya. (k3)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- 14 Pembangkit baru masuk ke sistem kelistrikan Sumut
- Musirawas bangun 5 distrik agropolitan senilai Rp1 triliun
- Konsul AS: Pemodal AS tidak batalkan investasi di Sumatra
- Pemprov Sumut gandeng BPN tarik ratusan aset
- Pengusaha muda di Sumut sulit peroleh dana segar