Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 21/11/2008
Konsul AS: Pemodal AS tidak batalkan investasi di Sumatra
MEDAN: Sejumlah perusahaan dari Amerika Serikat diketahui mengabaikan krisis finansial di negaranya terkait dengan keseriusan investasi di Indonesia, khususnya investasi sektor perkebunan di Sumatra dan pengembangan industri galangan kapal di Batam.
Sean A. Stein, Konsul AS di Medan Sean, menegaskan sampai saat ini tidak ada sinyal penurunan minat investor negaranya menanamkan modalnya di Indonesia.
"Malahan ada perusahaan dari Chicago yang akan masuk ke Batam. Demikian juga dua pemain agribisnis lama di Indonesia, yakni Cargill dan Arthur Damour Mediline (ADM) memperluas kepemilikan saham dengan mengambil alih perusahaan pakan ikan dan membuka areal perkebunan," ujarnya di Medan, kemarin.
Menurut Stein, investor AS masih menilai Indonesia punya prospek cerah untuk memperbesar investasi. Dia mencontohkan Cargill, perusahaan perdagangan dan agribisnis besar dari AS, yang baru saja mengambil alih sebuah pabrik pakan ikan di Sumatra guna mempertajam penetrasi pasar.
Demikian juga ADM, katanya, yang dikenal kuat dalam perdagangan minyak kedelai di AS, Amerika Latin, dan Afrika sudah lama menjalin kerja sama dengan Wilmar Group untuk komoditas minyak sawit mentah.
Kini, sambungnya, mereka sedang melakukan pengembangan perkebunan di Sumatra Selatan yang lama diprogramkan. "Jadi tidak ada penghentian investasi yang sudah diprogram dari investor AS."
Malahan, sambungnya, akan ada yang masuk dari Chicago ke Batam membangun galangan kapal. Hal itu diketahuinya dari hasil lawatan promosi investasi Gubernur Kepulauan Riau Ismet Abdullah ke AS.
Stein optimistis pemodal AS akan selalu mencari tempat yang aman, memberikan keuntungan, dan memiliki potensi pasar yang besar. Dia juga memperkirakan minat investor di bidang minyak dan gas, tidak akan surut.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Sumut Khairul Mahalli menegaskan pemerintah harus memangkas birokrasi perizinan di daerah dan pusat untuk menarik pemodal asing. "Yang dibutuhkan saat ini adalah masuknya modal langsung ke Indonesia karena devisa dari Indonesia tersendat akibat dari melemahnya permintaan komoditas primer, seperti minyak sawit mentah, karet, kopi, dan kakao," tegasnya.
Selama ini, imbuhnya, yang menopang ekonomi nasional adalah komoditas primer. Dia menilai jika krisis kali ini tidak satu sektor pun yang bisa diandalkan, alternatifnya adalah menarik modal asing secara besar-besaran ke Indonesia.
Oleh Master Sihotang
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- NUSANTARA
'Ekonomi syariah diandalkan' - NUSANTARA
BRI diminta bantu UMKM - PTPN V Riau raih laba kotor
Rp400 miliar - PP soal pajak di Batam, Bintan, & Karimun segera terbit
- Aset tanah Pemprov Sumsel
di Jakabaring akan dibebaskan