Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 22/11/2008
Musirawas bangun 5 distrik agropolitan senilai Rp1 triliun
MUSIRAWAS, Sumsel: Pemkab Musirawas, Sumatra Selatan akan membangun lima distrik agropolitan-tempat terpadu untuk transaksi dan pemasaran produk agro-dilengkapi satu pusat agropolitan di atas lahan seluas 99 hektare dengan investasi Rp1 triliun.
"Kami ingin pertumbuhan ekonomi di Musirawas terus meningkat sehingga dapat menopang pendapatan asli daerah di masa mendatang," ujar Aidil Rusman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Musirawas, kemarin.
Kelima distrik itu adalah Simpang Nibung, Simpang Tarawas, Prabumulih II, Sakti, dan Simpang Semambang. Pembangunan di tiga distrik pertama sudah dimulai bersamaan dengan pembangunan pusat agropolitan di Beliti, sedang dua yang terakhir masih dalam persiapan.
Agropolitan tersebut akan dilengkapi fasilitas terminal, pusat perdagangan, pertokoan, dan pergudangan, sehingga masyarakat setempat diharapkan dapat langsung memanfaatkan distrik tersebut untuk menjual hasil komoditasnya.
"Kami jamin masalah harga hasil komoditas yang diterima oleh pedagang pengumpul akan sesuai keinginan warga setempat, sehingga masyarakat di Musirawas dapat lebih sejahtera dan perekonomiannya bisa meningkat," kata Aidil.
Dia menambahkan lima distrik agropolitan itu dibangun masing-masing di atas lahan seluas 5 hektare, sedangkan untuk pusat agropolitan digunakan lahan seluas 74 hektare dengan total dana investasi senilai Rp1 triliun.
"Dari total investasi Rp1 triliun itu, Rp250 miliar berasal dari dana APBD Kabupaten Mura 2008, sisanya dari investor. Untuk pembangunan agropolitan di Simpang Trawas sudah kami alokasikan Rp4,1 miliar, Simpang Nibung dan Prabumulih II masing-masing Rp3,6 miliar."
Infrastruktur
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Musirawas C. Krisdanarto mengatakan untuk mendukung percepatan pertumbuhan distrik agropolitan itu, pemkab melalui APBD 2009 mengusulkan agar dialokasikan dana infrastruktur sebesar Rp232 miliar.
Dana itu akan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di lima distrik tersebut. Jumlah itu sendiri lebih kecil dari anggaran yang dialokasikan Dinas PU Bina Marga untuk membangun jalan dan jembatan di kecamatan di mana ke-5 distrik tersebut berlokasi.
"Anggaran dana itu dibagikan merata untuk pembangunan jalan dan jembatan di seluruh kecamatan di daerah ini, termasuk jalan di pusat agropolitan yang kami alokasikan sebesar Rp14 miliar," katanya.
Pusat agropoitan sendiri dibangun sejak tahun lalu dengan anggaran APBD Rp21 miliar. Tahun depan, Pemkab Musirawas mengusulkan anggaran Rp19 miliar dengan target penyelesaian jalan sepanjang 16 km x 7 meter dengan daya tahan beban 20 ton.
"Nantinya pembangunan jalan pusat agropolitan ini diharapkan akses untuk masuk ke kawasan tersebut menjadi lancar, dan sekarang masih tahap pembangunan tapi sudah bisa dilalui kendaraan bermotor," katanya. (k49)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- NUSANTARA
Bengkulu masuk jajaran elit produsen padi nasional - NUSANTARA
'Dana pengadaan beras naik' - NUSANTARA
Banyak PNS Sumut bolos kerja - Harga TBS sawit Sumsel terus naik
- Kasus penipuan tambang di Jambi dinilai rugikan negara