Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Regional
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 22/11/2008
14 Pembangkit baru masuk ke sistem kelistrikan Sumut
MEDAN : Sedikitnya 14 unit pembangkit listrik baru yang menghasilkan kapasitas energi sebesar 1.649 megawatt akan masuk ke sistem kelistrikan di Provinsi Sumatra Utara.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut Washington Tambunan mengatakan pembangkit-pembangkit listrik tersebut sedang dibangun dan ada yang masih dalam persiapan rencana operasi, yakni PLTU Paluh Merbau kapasitas 250 MW dan PLTA Asahan III kapasitas 174 MW.
Dua unit pembangkit baru lainnya, masing-masing merupakan proyek PLN yakni PLTU Labuhan Angin Unit 2 berkapasitas 115 MW dan PLTG Barge Maunted kapasitas 60 MW direncanakan beroperasi pada 2009.
Sementara 2 unit PLTA Asahan I proyek IPP yang menghasilkan daya sebesar 180 MW berlokasi di Porsea dan 2 unit PLTU milik PLN yang diberi nama pembangkit Sumut yang menghasilkan energi listrik sebesar 400 MW direncanakan beroperasi akhir 2010.
Pada 2012 direncanakan PLTP Sarulla sebanyak 2 unit dan PLTU Kuala Tanjung 2 unit yang akan menghasilkan energi sebesar 470 MW sudah bisa beroperasi.
"Jika pembangkit baru ini masuk sistem kelistrikan maka Sumut akan keluar dari kondisi krisis energi listrik yang kini sudah defisit di mana kemampuan pembangkit yang ada saat ini hanya sebesar 1.185 MW sedangkan kebutuhan saat beban puncak mencapai 1.275 MW," ujarnya kepada Bisnis di Medan kemarin.
Washington menambahkan di samping mengharapkan beroperasinya pembangkit baru tersebut, pihaknya juga berupaya meningkatkan sumber daya energi dari potensi alam Sumut seperti hydropower yang berada di 14 kabupaten/ kota, geothermal di Tapsel, Tanah Karo dan Kabupaten Simalungun, biomassa, minyak bumi dan gas bumi.
"Sumut juga ingin membangun pembangkit PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara namun masih terkendala salah satunya pada masalah tata ruang. Untuk membangun pembangkit berbahan bakar batu bara, lokasinya harus berada di kawasan pantai guna memudahkan bahan bakar batu bara yang masih didatangkan dari luar yakni Sumbar."
Defisit listrik
PT PLN (Persero) Regional Sumut menyatakan defisit energi listrik di provinsi itu sampai saat ini telah mencapai 150 MW, sehingga perusahaan listrik negara itu terpaksa melakukan pemadaman bergilir, baik bagi pelanggan industri maupun rumah tangga.
Humas PT PLN Regional Sumut Raidir Galingging mengatakan krisis listrik di Sumut baru bisa teratasi dalam beberapa tahun mendatang yang ditandai dengan selesainya sejumlah proyek pembangkit listrik seperti PLTU Labuhan Angin berkapasitas 2x115 MW di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Hingga kini pemadaman bergilir masih kerap terjadi di wilayah Kota Medan dan daerah di Sumatra Utara.
Oleh Master Sihotang
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- NUSANTARA
Bengkulu masuk jajaran elit produsen padi nasional - NUSANTARA
'Dana pengadaan beras naik' - NUSANTARA
Banyak PNS Sumut bolos kerja - Harga TBS sawit Sumsel terus naik
- Kasus penipuan tambang di Jambi dinilai rugikan negara