Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 05/05/2008

Asing minati waralaba pendidikan di Indonesia

JAKARTA: Investor asing makin meminati bisnis waralaba pendidikan nonformal di Indonesia, seiring dengan regulasi pendidikan yang kondusif dan permintaan pasar yang tinggi.Sedikitnya dua investor asal luar negeri siap berekspansi ke Indonesia pada tahun ini. Kedua investor tersebut adalah Aliwelch International, lembaga pendidikan yang berbasis di Hong Kong, dan Gakken, lembaga pendidikan asal Jepang.

Neil Mallalue, Direktur Bisnis Internasional Aliwelch International, mengatakan tengah menyiapkan pendirian lembaga pelatihan bahasa Inggris dan pelatihan singkat di Indonesia.

"Kami akan ekspansi ke Indonesia. Mudah-mudahan lembaga pendidikan dan pelatihan ini akan membuka cabang di Jakarta untuk pertama kali, kemudian menyebar ke kota-kota besar di Indonesia," kata Neil kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Aliwelch International ditargetkan akan mulai beroperasi di Indonesia dalam tiga bulan mendatang. Namun, dia tidak bersedia mengungkapkan besaran investasi yang disiapkan.

Menurut dia, Aliwelch International menggandeng mitra lokal untuk mendirikan lembaga pelatihan tersebut, yang nota kesepahaman (MoU) antara keduanya sudah ditandatangani tiga bulan lalu.

Aliwelch akan menyediakan teknologi dan standardisasi pendidikan, sedangkan infrastruktur akan disediakan oleh mitra lokal dan akan diwaralabakan kepada pihak ketiga di setiap kota besar di Nusantara.

Saat ini, kedua pihak masih dalam tahap pengurusan perizinan. Namun dia mengeluhkan proses memperoleh izin tersebut yang lambat. "Kami akan memakai lisensi mitra lokal yang kami gandeng untuk mempermudah perolehan izin."

Lembaga pendidikan yang telah beroperasi di Melbourne, Sydney, Kuala Lumpur, dan Sabah itu akan membidik kalangan pegawai pemerintah sebagai target pasarnya di Indonesia.

Sementara itu, Gakken akan masuk ke Indonesia melalui pendirian pelatihan science dan matematika bagi anak-anak berusia 4-15 tahun. Seperti Aliwelch, Gakken juga menggandeng mitra lokal untuk mendirikan lembaga kursus tersebut.

Amir Karamoy, Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), mengatakan lembaga pendidikan beromzet US$6,5 miliar per tahun itu akan mulai beroperasi di Indonesia pada September 2008.

"Saat ini mereka tengah melakukan negosiasi mengenai sistem pendidikannya. Perizinan juga masih diurus," kata Amir yang menjadi konsultan waralaba Gakken, kemarin.

Menurut Amir, untuk operasionalisasi waralaba Gakken, kedua pihak akan membidik kalangan ibu rumah tangga di sejumlah kota besar di Indonesia.

Investasi asing bidang pendidikan nonformal diatur dalam UU No.20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) No.77/2007 tentang Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Dalam Perpres No.77/2007, pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak asing untuk menanamkan modal di sektor pendidikan nasional dengan batasan modal 49%.

Herwindo Hariwibowo, Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, pernah mengatakan keberadaan asing dalam pendidikan nonformal diperlukan untuk membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. (02) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah