Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

28 UKM masuk klaster industri

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM baru berhasil menempatkan 28 pelaku usaha kecil menengah (UKM) masuk klaster industri, karena keterbatasan lokasi.

Saat ini baru ada dua klaster industri di Indonesia yang melibatkan UKM dalam lingkungannya, yakni di kawasan Industri Jababeka Bekasi (menampung 10 UKM dan di Candi Semarang, Jawa Tengah menampung 18 UKM.

Pemerintah rencananya se-gera menambah dua klaster industri lagi, masing-masing di Batam dan Gresik Jawa Timur. Akan tetapi rencana tersebut masih terkendala waktu dan kesiapan UKM.

"Ke-28 UKM di klaster Jababeka dan Candi bergerak di industri otomotif, jasa makanan dan furnitur," ujar  Asisten Deputi Urusan Fasilitasi Investasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi pada Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Bonar Hutauruk.

Rencana penempatan pela-ku UKM di klaster Batam, kata Bonar, mungkin belum bisa terlaksana pada waktu dekat, karena UKM yang berproduksi di sana didominasi UKM asing, sedangkan penempatan di klaster di Gresik, masih memerlukan proses.

Kualitas produk

Menghadapi rencana memasukkan usaha kecil menengah dalam kluster tersebut, untuk sementara Kemenkop terus menaikkan kualitas produk.

Peningkatan mencakup modal usaha. Tanpa modal memadai, UKM sulit menggunakan fasilitas klaster.

"UKM yang sudah masuk klaster umumnya mampu meningkatkan kesejahteraan usaha maupun karyawannya. UKM penyedia jasa katering di Jababeka bahkan kesulitan menerima order."

Demikian juga UKM yang memproduksi suku cadang otomotif, tidak pernah berhenti menerima order dari industri skala besar sebagai partner pelaku UKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Khusus untuk suku cadang otomotif, peran UKM justru sangat besar. Komponen bahan baku industri disediakan sendiri oleh mereka sampai 80%.

Sisanya sebesar 20% dipasok oleh perusahaan skala besar rekanan UKM.

Klaster industri di Candi Semarang akan dibuka resmi pada 19 Mei. Bersamaan dengan peresmian klaster tersebut.

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    Koperasi jual listrik ke PLN
  • WIRAUSAHA
    Mahasiswa Ikopin magang ke Jepang
  • Nyengkuyung pembiayaan mikro
  • Dekopin dirikan 25 simpul jaringan usaha koperasi