Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

Penetrasi produk RI pakai ritel global

MONTESSON, Prancis: Pemerintah akan lebih menggencarkan strategi pemanfaatan jaringan ritel global untuk mengembangkan pasar produk Indonesia di luar negeri.

Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Bachrul Chairi mengatakan strategi ini terbukti efektif karena produk ekspor Indonesia bisa 'bersentuhan' langsung dengan konsumen di luar negeri.

Dia menegaskan cara ini akan dilanjutkan, terutama untuk mengembangkan potensi pasar internasional bagi produk-produk UKM berkualitas. "Cara ini merupakan terobosan untuk mengembangkan pasar produk-produk Indonesia sesuai dengan standar luar negeri," kata dia di sela-sela pameran produk RI bertajuk Au coeur de l'Indonesie di Montesson, Prancis, Rabu.

Bachrul menilai strategi menciptakan peluang dalam menjual produk ekspor Tanah Air ini diyakini dapat mengatasi dampak risiko perlambatan ekonomi global.

Dia menyakini produk industri kreatif dan pangan tetap akan bertahan di tengah kekhawatiran penurunan daya beli.

Corporate Affairs Director Carrefour Indonesia Irawan D. Kadarman menjelaskan untuk pertama kalinya produk-produk Indonesia dipasarkan di luar negeri melalui jaringan resmi hipermarket multinasional.

Mulai 14 Mei 2008, beberapa jenis produk dari 16 pemasok asal Indonesia dipajang di seluruh etalase hipermarket Carrefour di Prancis yang berjumlah 218 unit.

Seleksi


Sebelum terpilih sebagai pemasok Carrefour Group di Prancis, 16 supplier itu terlebih dahulu melalui beberapa proses seleksi. Pada awalnya, seleksi dilakukan oleh Carrefour Indonesia terhadap 40 pemasok dan dari jumlah tersebut terpilih 20 pemasok. Setelah itu, pemilihan lanjutan produk-produk dari 20 pemasok tersebut dilakukan langsung di Prancis.

"Akhirnya terpilih 16 pemasok yang memenuhi parameter antara lain potensi pasar, dapat memberi jaminan pasokan, kualitas dan harga," tuturnya.

Secara umum, produk yang terpilih dari 16 pemasok itu terdiri dari pangan dan nonpangan. Terhadap produk pangan, Carrefour melakukan seleksi sendiri untuk menghindari persoalan standar kebersihan dan mutu di Prancis. Produk yang dinilai laik itu kemudian diuji lagi di badan pengawas makanan di negara itu.

President Director Carrefour Indonesia Jean-Noel Bironneau mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara kontribusi utama Carrefour Group, di samping China dan India.

Pada 2007, Carrefour Indonesia menempati posisi kedua untuk sektor ritel dan terbesar untuk hipermarket. Hingga kini, jumlah hipermarket di Indonesia mencapai 41 unit. "Hipermarket yang baru saja dibuka adalah Surabaya dan kami tengah mempersiapkan membuka tiga lagi dalam waktu dekat." (aprilian.hermawan @bisnis.co.id)

Oleh Aprilian Hermawan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pembekuan anggota Dekopin diprotes
  • Tak ada (lagi) waralaba yang luput dari sanksi denda
  • Daerah diminta perbesar dana UKM
  • MLM asing berpotensi rekayasa mitra lokal