Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 16/05/2008
WIRAUSAHA
Perajin tempe mengeluh
PANGKAL PINANG: Puluhan kelompok pembuat tempe di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan kenaikan harga bahan baku kedelai, menyusul wacana kenaikan harga BBM.
"Harga kedelai sebelumnya Rp7.000 per kg, kini mencapai Rp9.500 per kg," kata Surmarno (46), salah seorang pembuat tempe di Kawasan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, kemarin.
Kenaikan harga kedelai itu, semakin menyulitkan usaha kecil menengah yang bergerak dalam pembuatan tempe. Belum lagi, ditambah sulitnya bahan bakar minyak jenis minyak tanah diperoleh di pasaran.
Kalaupun mendapatkan minyak tanah, harus ditebus dengan harga Rp4.000- Rp5.000 per liter. Kenaikan harga kedua bahan tempe itu, dinilai semakin memberatkan pembuat tempe. (Antara)
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
Perajin bordir banjir pesanan - WIRAUSAHA
Kopwan Setia Budi Wanita ekspansi - WIRAUSAHA
Dwi Karya targetkan laba naik 26,6% - Pemodal besar incar bisnis ritel Indonesia
- UKM Indonesia optimistis bertumbuh