Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

Waralaba besar Jepang incar Indonesia

JAKARTA: Sejumlah waralaba dan lisensi skala besar asal Jepang siap memasuki pasar Indonesia, menyusul adanya perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia Jepang (economic partnership agreement).

Waralaba skala besar bidang pendidikan dan ritel asal  Jepang diketahui telah melakukan konsultasi dengan AFI (Asosiasi Franchise Indonesia) dan Wali (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesa).

"Menyusul EPA, sejumlah waralaba asal Jepang  akan masuk ke pasar Indonesia, dan terutama membidik kelas menegah atas mengingat harga produk yang mereka jual relatif lebih mahal," kata Ketua AFI Anang Sukandar kepada Bisnis, kemarin.

AFI dihubungi oleh perwakilan dari dua perusahaan ritel raksasa dunia asal Jepang, yaitu 7-Eleven dan Family Mart. Keduanya menyatakan keinginan untuk menjalankan bisnis toko modern skala kecil berformat convenience store (seperti minimarket tapi menjual lebih banyak makanan kecil dan minuman ringan).

Namun, 7-Eleven ataupun Family Mart masih mempertahankan sikapnya untuk masuk ke pasar Indonesia melalui format bisnis joint venture, bukan waralaba.

Selain ritel modern, waralaba Jepang yang melirik pasar Indonesia adalah yang menjalankan bisnis restoran dan waralaba yang menjual makanan siap saji.

"Pengusaha waralaba Jepang  tentunya berharap perjanjian G to G [Indonesia dan Jepang] akan mempermudah masuknya barang [ke dua negara tersebut]," kata Anang.

Ketua Dewan Pengarah Wali Amir Karamoy mengharapkan waralaba Jepang semakin banyak yang memasuki pasar Indonesia, sehingga terjadi transfer teknologi.

Menyusul EPA Indonesia dan Jepang, Wali belum lama ini dimintai konsultasi oleh Gakken Co., Ltd yaitu penyelenggara kursus ilmu pasti terbesar di bawah usia 12 tahun di Jepang, sekaligus penerbit buku pendidikan dan majalah.

"Gakken menargetkan pembukaan ratusan gerai di Indonesia. Lokasi gerai tersebut akan berada  di kota besar, dan penerima lisensinya lebih membidik para ibu rumah tangga," kata Amir.

Gakken yang memberikan kursus kepada anak dengan menggunakan metode canggih, lebih memilih lokasi penyelenggaraan program pendidikan pada anak bertempat di rumah sehingga  penerima lisensinya tidak perlu menyewa lahan di pusat belanja. (linda.silitonga@bisnis.co.id)

Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    Koperasi jual listrik ke PLN
  • WIRAUSAHA
    Mahasiswa Ikopin magang ke Jepang
  • Nyengkuyung pembiayaan mikro
  • Dekopin dirikan 25 simpul jaringan usaha koperasi