Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 17/07/2008
Nampa tolak syarat perdagangan berbahasa Inggris
JAKARTA:Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (Nampa) menolak biaya syarat perdagangan 2008 berbahasa Inggris, dan menginstruksikan anggotanya agar tidak menandatangani trading term tidak menggunakan bahasa Indonesia.
Direktur Eksekutif Nampa (National Meat Processor Association/Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia) Haniwar Syarif mengemukakan pihaknya masih menemukan sejumlah peritel modern yang menyodorkan kontrak biaya syarat perdagangan berbahasa Inggris.
"Ini bukti bahwa peritel modern seperti menganggap sepele peraturan presiden," kata Haniwar, kemarin.
Nampa menilai tidak lazim jika ada bisnis yang dilakukan di Indonesia tetapi tidak menggunakan bahasa nasional, seperti halnya yang dilakukan peritel lain di luar negeri.
"Orang yang tidak mengerti arti biaya syarat perdagangan dalam bahasa Inggris itu banyak. Karena itu kami minta peritel harus menggunakan bahasa Indonesia supaya jelas, dan sekaligus tunduk pada instruksi perpres," kata Haniwar.
Apalagi, banyak istilah dalam biaya syarat perdagangan yang spesifik, dan perlu penjelasan untuk mengetahui maksudnya.
Ritel berjaringan besar yang masih menggunakan bahasa Inggris atau hanya sebagian yang menggunakan bahasa nasional dalam biaya syarat perdagangannya adalah Alfamart, Foodmart, Hypermart, dan seluruh merek toko yang dioperasikan PT Hero Supermarket Tbk (supermarket, hipermarket, health & beauty, dan minimarket), dan Makro.
Ketika dikonfirmasi Carmelito J. Regalado, Direktur Merchandising & Marketing PT Matahari Putra Prima Tbk menegaskan bahasa Inggris yang digunakan dalam syarat perdagangan merupakan yang paling sederhana, dan mudah diterjemahkan.
"Seperti menggunakan kata rebate kalau diartikan juga rebate. Lagipula kami mendiskusikan trading term dengan pemasok dalam bahasa Indonesia. Kalau tidak jelas, kami kirim penjelasannya," ujarnya.
Public Relation Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Ignatius Didit Setiadi menegaskan, "Tidak benar itu. Semua rincian trading term kami dalam bahasa Indonesia, sesuai perpres."
Vivien Goh, Corporate Secretary PT Hero Supermarket Tbk dan Presiden Direktur Makro Indonesia Kuswanto Gunadi, keduanya tidak mengangkat telepon selulernya saat dihubungi Bisnis.
Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
ICBC: Manfaatkan pasar China - WIRAUSAHA
Kotak antik Mataram diekspor - WIRAUSAHA
Pegadaian salurkan PKBL - WIRAUSAHA
Akses pasar UKM dipacu dengan CSR - Gapmmi: Jangan lakukan aksi borong