Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

Wayang Madiun diminati untuk cendera mata

MADIUN: Industri kecil kerajinan wayang kulit di Kota Madiun, Jawa Timur, berpeluang meningkatkan volume produksi melalui pembuatan suvenir hajatan perkawinan serta barang hias.

Soedjito, pimpinan Sanggar Kerajinan Wayang Hias Karya Budaya Kota Madiun, mengatakan produk wayang berbahan baku kulit lembu dan kulit kambing cukup diminati konsumen, terutama masyarakat di Kota/Kabupaten Madiun, Kab. Ponorogo dan sekitarnya.

"Kami memulai usaha ini sejak 1992 dan tetap eksis sampai sekarang dengan didukung lima tenaga kerja, sebagian produk memanfaatkan bahan baku kertas duplex dengan harga jual lebih murah," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Sanggar Kerajinan Karya Budaya menghasilkan produk wayang kulit dan wayang kertas dengan motif tau sunggingan dan pewarnaan gaya Surakarta, mengingat terdapat wayang kulit gaya Yogyakarta ataupun gaya Jawa Timur.

Menurut Soedjito, para pembeli wayang kulit umumnya untuk hiasan dinding, dengan harga jual berkisar Rp250.000 -Rp400.000/buah sesuai dengan ukuran dan kerumitan pembuatannya. Adapun wayang dari kertas duplex hanya Rp10.000- Rp11.000/buah.

"Kami banyak mendapatkan pesanan wayang kulit gantungan kunci untuk suvenir hajatan perkawinan sebanyak 200 buah - 500 buah dengan harga jual Rp2.000/buah. Di Kota Madiun dan kabupaten sekitarnya produk ini cukup diminati," paparnya.

Namun, Soedjito juga tetap mempertahankan produk yang dikembangkan sejak lama seperti wayang kulit untuk hiasan interior mobil seharga Rp5.000 per unit. Juga bentuk kipas dan kartu ucapan dengan harga Rp5.000.

Soedjito juga sering mengikuti pameran, pasar rakyat bahkan menggelar produknya saat berlangsung buka giling di sejumlah pabrik gula di Jawa Timur.

"Masyarakat, termasuk kalangan usia muda, umumnya mengenal wayang, maka usaha kami masih tetap berjalan," tuturnya. (k22)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pembekuan anggota Dekopin diprotes
  • Tak ada (lagi) waralaba yang luput dari sanksi denda
  • Daerah diminta perbesar dana UKM
  • MLM asing berpotensi rekayasa mitra lokal