Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

UKM Indonesia optimistis bertumbuh

JAKARTA: Survei HSBC Commercial Banking melaporkan usaha kecil Asia optimistis atas pertumbuhan ekonomi enam bulan ke depan, sedangkan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Indonesia menjadi mesin pendorong ekonomi nasional.

Hasil survei tersebut diumumkan kemarin oleh Head of Small Medium Enterprises HSBC Indonesia Steven K Miller. Penelitian dilakukan HSBC di 10 negara Asia dengan jumlah responden sebanyak 3.000 pengusaha kecil menengah.

Sepuluh negara yang masuk dalam survei adalah Indonesia, Hong Kong, China, Taiwan, Bangladesh, Singapura, India, Vietnam, Korsea Selatan dan Malaysia. Jumlah UKM yang disurvei untuk melahirkan hasil itu masing-masing 300 unit.

"Di Indonesia masih banyak UKM berpendapat bahwa ekonomi nasional ke depan masih terus tumbuh, meski ada kebijakan pemerintah terhadap fiskal menyangkut penurunan subsidi bahan bakar minyak (BBM)," ujar Steve K Miller.

Pelaku usaha kecil menengah yang menjadi objek survei di Indonesia hanya terkonsentrasi pada wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Hal ini dilakukan HSBC Commercial Banking bersama lembaga survei internasional TNS, karena target mereka hanya UKM dengan omzet kurang dari US$10 juta atau setara dengan Rp930 miliar. Jumlah omzet diseragamkan pada 10 negara.

Hasil survei di Indonesia belum mencakup laporan pasca kenaikan BBM, karena survei berakhir pada Mei.

Secara umum UKM Indonesia optimistis kenaikan seluruh sektor hingga akhir tahun rata-rata 20%. Optimisme itu mencakup peningkatan ekspor ke regional Asia maupun ke luar Asia.

Dengan memperkirakan peluang tersebut UKM Indonesia berencana meningkatkan investasi maupun tenaga kerjanya, meski ada tantangan dari gejolak kenaikan BBM untuk mengurangi jumlah subsidi.

Sama halnya negara Asia lain, UKM Indonesia juga membidik pasar China dengan target sebesar 60%. Indonesia dalam laporan survei itu masuk posisi empat besar dalam transaksi perdagangan ekspor ke luar Asia.

Dia menegaskan banyak tantangan UKM Indonesia, tapi mereka tetap jadi pendorong perekonomian negara.

"UKM Indonesia tetap berpandangan positif terhadap perdagangan dengan China, Asia dan negara lain. Untuk kawasan Asia Pasifik UKM Indonesia teratas. Ini merupakan barometer positif ke depan," tegas Steve.

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    Alfamart gandeng BRI
  • WIRAUSAHA
    Asephi selenggarakan RIC Expo
  • WIRAUSAHA
    Pemerintah diminta intervensi ritel
  • Permendag Waralaba akhirnya terbit
  • Kinerja perkoperasian Jateng membaik
  • WIRAUSAHA
    PIP beri penghargaan koperasi
  • WIRAUSAHA
    Hero gelar bazar UKM
  • Depdag tetap fasilitasi kesepakatan hemat listrik
  • 'Entrepreneur sejati: Gagal 10 kali bangkit 11 kali'