Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Toko buku di mal akan marak
JAKARTA:Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi peritel toko buku modern yang membuka gerainya di pusat perbelanjaan akan terus bertambah, sejalan dengan kucuran dana khusus dan prioritas pengembangan dari pemerintah untuk pendidikan.
Rudy Sumampouw, Sekjen Aprindo, mengatakan jika sebelumnya toko buku di mal pelakunya terbatas, seperti Gramedia dan Gunung Agung, kini sudah muncul nama lain yang aktif melakukan penambahan gerai, yaitu toko buku Utama, Karisma, dan Books City.
Di samping itu, jika sebelumnya toko buku bermerek asing baru ada Kinokuniya--toko buku waralaba asal Jepang tersebut diusung oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk--sekarang sudah ada Times Bookstores, toko buku berlisensi asal Singapura yang diusung Lippo Group.
"Dalam lawatan ke berbagai daerah, Aprindo mengamati memang ada kecenderungan bisnis buku makin membaik, karena berkembangnya dunia pendidikan dan pemerintah mengalokasikan dana khusus untuk pendidikan," kata Rudy kepada Bisnis, pekan lalu.
Di samping itu, tambahnya, konsumen juga makin menuntut keberadaan toko buku berpenampilan modern, begitu juga pelayanannya. Karena itu pula toko buku tradisional skala kecil di berbagai daerah sudah mulai membenahi penampilannya, dan menggunakan pola modern.
Rudy mengakui munculnya merek toko buku skala besar cenderung lamban di Indonesia, hal itu ditunjukkan hanya beberapa merek saja yang mampu melakukan pembukaan gerai secara ekspansif.
"Lambatnya muncul pelaku besar toko buku di Indonesia selama ini terutama dipicu kecilnya margin dari penjualan buku, yaitu sekitar 10% hingga 20%," ungkap Rudy.
Keengganan pelaku usaha menggeluti ritel buku semakin dipicu dengan masih kurangnya minat baca sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbeda dengan misalnya penjualan makanan.
Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
Wirausaha muda kunjungi Bisnis - WIRAUSAHA
Koperasi berpeluang garap perikanan - WIRAUSAHA
Dana UKM Jambi ditangguhkan - Atasi barang kedaluwarsa tak hanya dengan denda
- 'Pemprov kurang dana pendirian lembaga penjamin kredit UKM'