Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Kinerja perkoperasian Jateng membaik

SEMARANG: Koperasi di Jawa Tengah bertambah dari 16.110 unit pada 2006 menjadi 17.090 unit.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Abdul Sulhadi mengatakan aktivitas koperasi itu mengalami peningkatan, termasuk jumlah anggota yang meningkat menjadi 4.387.110 orang dari tahun sebelumnya hanya 4.252.760 orang.

"Pertumbuhan koperasi dan jumlah anggota itu menunjukkan koperasi di Jateng kembali mampu menjadi wahana pengorganisasian kepentingan ekonomi anggotanya, yang sebagian besar merupakan usaha mikro dan kecil," ujarnya kemarin.

Selain itu, menurutnya, koperasi juga berperan sebagai wahana pendidikan demokrasi dan penumbuhan wirausaha baru.

Koperasi sebanyak itu, kini juga mampu menampung tenaga kerja sebanyak 41.234 orang dari sebelumnya hanya menyerap 36.657 orang.

Abdul Sulhadi mengakui tahun-tahun sebelumnya aktivitas koperasi di Jateng pernah mengalami kemerosotan, akibat sebagian besar dinyatakan tidak sehat dan kolaps.

Data Dinaskop & UKM Jateng menyebutkan pada 2005/2006 total koperasi yang dinyatakan tidak sehat mencapai sebanyak 3.580 unit, akibat lemahnya manajemen dan minimnya pengelola profesional.

Menurut dia,  koperasi tersebut pada umumnya mengalami permasalahan di bidang pembinaan SDM pengelola, sehingga mengakibatkan kinerja manajemen menurun. "Sebagian besar koperasi aktivitasnya macet, karena sistem manajemen pengelolaan yang lemah."

 Selain bergerak pada simpan pinjam, lanjutnya, sejumlah koperasi bergerak di sektor riil (toserba). Koperasi yang bergerak pada perdagangan kebutuhan bahan pokok cukup banyak, mulai dari minyak, beras, dan gula.

Pada tahun lalu anggaran  pembinaan koperasi di Jateng Rp93,2 miliar dan tercatat Rp68 miliar di antaranya untuk penguatan sektor riil, sedangkan sisanya Rp8,64 miliar untuk program pembiayaan produktif.

Namun, kata Abdul Suhaldi, dalam kenyataannya di lapangan hasilnya masih jauh dari harapan, bahkan disinyalir dana sebesar apa pun yang diberikan, kalau tidak diiringi dengan pembinaan SDM yang baik hasilnya tidak maksimal.

Oleh Rachmat Sujianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah