Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

PNM targetkan pembiayaan langsung ulamm Rp2,5 triliun

JAKARTA: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas penyaluran pembiayaan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi secara langsung hingga Rp2,5 triliun dalam lima tahun ke depan dengan membuat 500 outlet ulamm.

Ulamm (unit layanan modal mikro) merupakan model baru, karena penyaluran pembiayaan kepada usaha mikro dan kecil dilakukan melalui lembaga keuangan mikro, seperti BPR, koperasi simpan pinjam, dan baitul mal wattanwil.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Parman Nataatmadja mengatakan ulamm merupakan layanan penyaluran modal dan dukungan jasa manajemen.

"Ulamm ini menjadi one stop shopping bagi pengusaha mikro dan kecil dalam pengembangan usahanya," ujar Parman pada acara temu insan pers, kemarin.

Sejauh ini, outlet ulamm berdiri di 12 wilayah, mencakup Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Pekanbaru, Medan, Aceh, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar.

Menurut Parman, total pembiayaan yang sudah direalisasikan oleh outlet tersebut mencapai Rp10 miliar, mengingat besaran pinjamannya masih Rp25 juta-Rp50 juta per  debitor. "Ke depan, rata-rata pinjamannya mungkin bisa menjadi Rp5 juta," ujar Parman. Layanan ulamm tidak hanya bagi pengusaha mikro, tetapi akan menyasar para penganggur.

Mereka, kata Parman, akan diberi pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan berkelompok hingga bisa memulai usaha, mengingat ulamm tidak sekadar memberikan jasa pembiayaan.

Ulamm menggunakan pendekatan cluster industri dalam membiayai usaha mikro dan kecil. "Seperti di Bandung, kami membiayai perajin sepatu di satu kawasan. Cukup besar pembiayaan, rata-rata Rp50 juta, karena menjelang Lebaran banyak order."

Jasa manajemen yang disediakan a.l. pelatihan, konsultasi, pendampingan, pengelolaan keuangan dan akses pasar. Sasarannya mencakup cluster makanan tradisional, petani sayur, perajin tas, sepatu dan aksesori, perajin kayu, perajin logam, hingga cluster peternak unggas.

Dengan asumsi setiap usaha  debitor merekrut tiga orang, ulamm ditargetkan mampu menciptakan serapan pekerja 1,2 juta orang dan penerima manfaat sebanyak 4,8 juta.

Oleh Moh. Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah