Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 04/09/2008
Pembekuan anggota Dekopin diprotes
JAKARTA: Pembekuan 22 induk koperasi dari keanggotaannya di Dekopin ditanggapi beragam. Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI) protes, sedangkan Induk Koperasi Annisa justru belum mengetahui kebijakan organisasi gerakan koperasi itu.
Ketua Induk Koperasi Perikanan Indonesia (Wibisono Wiyono) melayangkan surat protes karena induk koperasi yang dipimpinnya dimasukkan kelompok 22 koperasi sekunder yang dibekukan keanggotaannya di Dekopin.
Menurut Wiyono, Dekopin telah melakukan kesalahan penulisan nama koperasi sekunder yang dibekukan. Anggota yang dibekukan adalah Induk Koperasi Pengusaha Indonesia, bukan Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI).
Sementara itu, Wakil Ketua Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsyim) Fathan Subchi menilai tindakan Dekopin memasukkan organisasi mereka ke dalam daftar anggota yang dibekukan adalah kesalahan besar.
Hal ini karena Inkopsyim telah menyelenggarakan RAT di Jakarta pada Februari 2008, yang pembukaannya dilakukan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali. "Pengurus Dekopin juga hadir di sana. Ini kesalahan besar administrasi."
Fathan sudah mendengar dari rekan-rekannya bahwa Dekopin membekukan keanggotaan Inkopsyim, tetapi surat tersebut belum diterima oleh sekretariat mereka.
Menurut Fathan, hasil RAT pada Februari belum disampaikan kepada Dekopin, tetapi pembekuan keanggotaan yang sekadar didasarkan pada surat menyurat sangat disayangkan.
"Kegiatan faktual organisasi bukan dari hasil itu saja. Saya akan segera sampaikan perihal ini secara internal. Kemudian ditindaklanjuti dengan menyampaikannya ke Dekopin."
Komunikasi
Ketika dikonfirmasi, Ketua Induk Koperasi Annisa Lili Wahid mengatakan belum mnerima surat pembekuan keanggotaan koperasinya di Dekopin.
"Saya belum bisa berkomentar banyak karena belum tahu persis apa yang terjadi dengan pembekuan itu. Saya harus menyampaikan permasalahan ini kepada pengurus dan anggota. Setelah itu baru mengambil sikap atas hal itu," ujar Lili Wahid.
Dia menuturkan intensitas komunikasi dengan Dekopin akhir-akhir ini memang agak menurun.
"Itu terjadi karena kondisi organisasi kami memang mengalami pasang surut. Tapi bukan berarti tidak ada aktivitas organisasinya," kata Lili Wahid. Induk koperasi yang berkantor pusat di Jakarta ini memiliki anggota 132 koperasi di seluruh Indonesia.
Aip Saefuddin, Pelaksana Harian merangkap Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dekopin, menghargai respons yang diberikan secara spontan oleh IKPI, dan tanggapan induk koperasi yang lain.
Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
ICBC: Manfaatkan pasar China - WIRAUSAHA
Kotak antik Mataram diekspor - WIRAUSAHA
Pegadaian salurkan PKBL - WIRAUSAHA
Akses pasar UKM dipacu dengan CSR - Gapmmi: Jangan lakukan aksi borong