Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
Dekopin dorong online koperasi
SEMARANG: Dewan Koperasi Indonesia mengimbau koperasi menerapkan sistem jaringan online guna meningkatkan kinerja mengingat potensinya yang besar dalam mendorong perekonomian rakyat.
Ketua Dekopin Adi Sasono mengatakan perkembangan koperasi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan peranannya dalam perekonomian rakyat, khususnya sektor usaha mikro.
Koperasi di Jateng, misalnya, melayani kebutuhan pembiayaan sampai 83% sektor usaha mikro yang menjadi penopang pertumbuhan perekonomian masyarakat di provinsi ini.
Menurut dia, dengan potensinya itu, koperasi yang ada harus mampu berkembang, khususnya dengan upaya integrasi antar kelembagaan melalui sistem jaringan online.
Melalui integrasi dan jaringan online tersebut, dia menambahkan koperasi akan dapat dengan mudah untuk melakukan koordinasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan modal setiap koperasi.
"Kami mengimbau agar seluruh koperasi di Indonesia dapat menerapkan sistem jaringan online untuk memudahkan integrasi dalam pemenuhan kebutuhan modal, dalam menopang pembiayaan sektor usaha mikro," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Adi menuturkan perkembangan koperasi di Indonesia hingga kini tercatat sebanyak 138.000 koperasi simpan pinjam, dengan jumlah anggota 35 juta orang.
Kontribusi
Pertumbuhan koperasi di Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan angkatan kerja dengan persentase mencapai 98%, sehingga perlu untuk terus didorong perkembangannya.
Dengan jumlah dan potensi yang dimiliki, dia melanjutkan sistem online akan lebih membantu keterkaitannya dengan sektor riil khususnya sektor pertanian dan perkebunan, untuk menghasilkan margin yang lebih tinggi.
Adi menyatakan penerapan sistem online tersebut sekaligus ditujukan untuk dapat menghadapi persaingan penyaluran pembiayaan, terutama dengan perbankan yang belakangan juga membidik segmen retail banking.
"Kelembagaan koperasi harus dapat dikembangkan menjadi bisnis pelayanan kepada masyarakat, terutama dengan kinerja pembiayaannya yang sudah lebih dikenal di kalangan sektor mikro dibandingkan dengan perbankan," jelasnya.
Adi mengungkapkan dorongan kepada koperasi untuk menjadi bisnis pelayanan itu juga mengingat sudah adanya skema penjaminan yang dijalin bersama lembaga asuransi kredit.
Skema penjaminan itu, dia melanjutkan telah dibentuk melalui konsorsium yang khususnya untuk meminimalkan risiko penyaluran pembiayaan koperasi kepada segmen mikro. (k43)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
ICBC: Manfaatkan pasar China - WIRAUSAHA
Kotak antik Mataram diekspor - WIRAUSAHA
Pegadaian salurkan PKBL - WIRAUSAHA
Akses pasar UKM dipacu dengan CSR - Gapmmi: Jangan lakukan aksi borong