Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Pusat inovasi UKM didirikan

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendirikan Pusat Inovasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PI UMKM) untuk mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing tinggi melalui teknologi.

Wakil Ketua I Tim Pelaksana PI UMKM Choirul Djamhari mengatakan pendirian lembaga tersebut dianggap sangat vital karena selama ini UMKM Indonesia masih berkembang secara tradisional.

Choirul Djamhari yang juga menjabat Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM menambahkan sejumlah 20 instansi pemerintah dan badan dilibatkan dalam pendirian PI UMKM.

"Tugas inti lembaga ini meningkatkan nilai tambah dari komoditas UMKM," kata Choirul Djamhari didampingi Ketua Tim Pelaksana PI UMKM Utama H. Padmadinata, yang juga Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Agenda pendirian PI UMKM, kata Choirul, tidak bisa ditunda lagi karena produk UMKM Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara. SK Menko Perekonomian atas pendirian PI UMKM dengan Nomor: KEP-47/M.EKON/ 07/2008.

Pendirian PI UMKM dirancang tahun lalu karena kebutuhan secara makro atas permintaan dan pasokan. Karena itu, target ke depan melalui PI UMKM, produk yang dihasilkan dengan mengandalkan daya saing produk ekspor, masuk ke pasar global.

"Pendirian ini juga tidak bisa ditunda lagi karena Kementerian Negara Koperasi dan UKM tidak bisa sendirian melakukan pembinaan terhadap kebutuhan sektor riil. Dengan mengusung riset, pengembangan UMKM akan dilakukan secara maskimal."

 Padmadinata menambahkan pendirian PI UMKM didukung dengan anggaran sebesar Rp22 miliar. Jumlah itu, katanya, bisa dianggap kecil tapi bisa juga besar karena bergantung pada pemanfaatannya.

"Lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) dengan pihak industri selama ini belum 'nyambung'. Berdirinya PI UMKM akan menjadi wadah dan menjadi koordinasi semua instansi yang terlibat dalam pembinaan UMKM," kata Padmadinata.

Saat ini memang banyak berdiri UKM Center di beberapa daerah dengan tujuan sama. Namun, PI UMKM jelas lebih terstruktur secara nasional. Adapun UKM Center di daerah tetap mendukung sebagai penggerak potensi.

Satu klaster

Salah satu konsep yang diusung PI UMKM adalah bagaimana mengelola dan menciptakan satu produk dalam satu klaster. Selanjutnya sistem itu akan dikembangkan lagi ke daerah-daerah secara bertahap.

Dari berbagai produk UMKM yang akan dibantu secara terpadu melalui sentuhan teknologi, a.l. pembuatan lipstik menjadi lebih murah, pemurnian air laut menjadi minuman sampai pembuatan papan wangi anti nyamuk.

PI UMKM, kata Padmadinata, setidaknya bisa menghilangkan kendala bottle neck yang selama ini dihadapi para UMKM Indonesia, terutama di bidang teknologi guna mengembangkan produk maupun pemasarannya.

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah