Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

BPOM batal musnahkan produk bermelamin

JAKARTA: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) batal memusnahkan produk mengandung susu melamin asal China kemarin, karena baru lima peritel modern yang melaporkan jumlah produk bermasalah yang ada di gudang toko mereka.

Sementara itu, PT Chi Indonesia, perusahaan MLM (multi level marketing) penjualan susu bubuk full cream Guozhen yang dinyatakan mengandung melamin juga belum mendapat pemberitahuan rencana pemusnahan tersebut.

"Baru sekitar lima peritel modern yang mengirimkan data ada tidaknya produk berbahan susu melamin di tokonya. Baru sedikit bukan karena enggan, melainkan kantor kebanyakan tutup. Karena itu kami akan menunggu satu atau dua hari lagi," kata  Sekretaris Jenderal Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Rudy Sumampouw kepada Bisnis, kemarin.

Aprindo saat ini beranggotakan 95 perusahaan ritel modern di Indonesia, dan lebih dari 70%-nya mengoperasikan format bisnis minimarket, supermarket, dan hipermarket yaitu toko yang menjual makanan dan minuman.

Sebelumnya Rudy memperkirakan data jumlah enam produk yang megandung susu melamin akan berasal lebih dari 20 merek toko modern (Bisnis, 30 Sept.).

Enam produk berbahan susu mengandung melamin yang dipublikasikan Departemen Kesehatan adalah Oreo stick wafer (ML), kembang gula M&M'S (ML), biskuit Snickers (ML), dan susu bubuk full cream Guozhen (ML).

Terkait dengan masalah pemasok produk berbahan susu melamin karena peritel yang akan menyerahkan barang untuk dimusnahkan kepada BPOM, Rudy mengatakan akan diselesaikan masing-masing peritel.

Hendro, Customer Service perusahaan penjualan langsung PT Chi Indonesia, mengatakan sudah tidak menjual produk susu Guozhen sejak dinyatakan BPOM mengandung melamin. "Kami sudah keep [menahan untuk tidak dijual] susu Guozhen, tapi kami sampai hari ini [6 Oktober] belum mendapat konfirmasi soal adanya pemusnahan." 
Chi Indonesia merupakan anak perusahaan PT Guozhen  asal China dengan mitra lokal. Perusahaan itu beroperasi di Indonesia sejak dua tahun lalu.

Seperti diketahui setelah rapat koordinasi dengan Aprindo, BPOM pada 29 Sept. menginstruksikan seluruh toko modern melalui Aprindo untuk mengumpulkan contoh produk berbahan susu melamin.

Seluruh toko modern melalui Aprindo harus melaporkan jumlah dari enam produk susu bermelamin kepada BPOM.
BPOM akan memusnahkan secara bersamaan seluruh produk yang terkontaminasi itu. Rencananya, pemusnahan produk bermelamin bertempat di PT Holcim Indonesia.

Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah