Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Dekopin dorong 12 produk koperasi masuk BBJ

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan PT Bursa Berjangka Jakarta serta PT Harvestindo Asset Management sepakat memasukkan 12 komoditas ke Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk menjamin kepastian pasar dan harga.

Kedua belas komoditas itu a.l. karet, singkong, beras, jagung, kedelai, tebu, batik, dan produk kerajinan tangan.

Herbeth Mindo Sitorus, Direktur Jaringan Usaha dan Pengembangan Bisnis Dekopin, mengatakan kerja sama ini akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan pengusaha kecil, khususnya yang menggeluti komoditas pertanian dan kerajinan.

"Pada 14 Oktober, kami merencanakan menandatangani kontrak kerja sama dengan pihak Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Harvestindo Asset Management. Realisasinya paling lambat pada awal 2009," kata Mindo kemarin.

Satu lembaga lain turut berpartipasi mewujudkan rencana itu adalah dua perusahaan asuransi yang akan menanggung risiko kegagalan pembayaran.

Dalam kerja sama ini Dekopin melalui Jaringan Usaha Koperasi (JUK) akan melaksanakan dan memanfaatkan hasil pendataan, inventarisasi dan klasifikasi koperasi yang sehat modal dan manajemen untuk disertakan dalam perdagangan komoditas.

"Pihak kedua bertugas mengajukan usulan bersama dalam formulasi kebijakan untuk menyertakan koperasi dalam perdagangan atau memfasilitasi dan berkontribusi meningkatkan peran UMKM dalam perdagangan komiditas fisik," papar Mindo.

Lima tahun

Kesepahaman tersebut berlaku untuk lima tahun serta bisa diperpanjang atas kesepakatan bersama sesuai tujuan program itu, yakni menjadi landasan mewujudkan kerja sama yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat  melalui ekonomi kerakyatan.

Menurut Mindo, melalui kerja sama tersebut akan melahirkan solusi atas kesulitan pasar komoditas daerah karena UMKM tidak perlu lagi mencari pasar.

Kerja sama tersebut merupakan inovasi baru karena BBJ selama ini hanya berisi lembaran kertas.

Saat ini di Indonesia terdaftar sekitar 130.000 koperasi yang siap masuk BBJ melalui seleksi oleh Dekopin.

"Kami telah bekerja keras mempersiapkan kelembagaan koperasi-koperasi yang layak untuk bisa melakukan transaksi bisnis di Bursa Berjangka Jakarta. "

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah