Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 09/10/2008
'Proyek pengolahan sampah ciptakan wirausahawan baru'
JAKARTA: Kementerian Negara Koperasi dan UKM memfasilitasi pendirian enam proyek percontohan pengolahan sampah menjadi alternatif bahan bakar biomassa di enam kota ditargetkan menciptakan wirausahawan baru.
Satu dari enam proyek yang ditargetkan selesai pada bulan ini berhasil direalisasikan dengan pendirian fasilitas memproduksi briket biomassa, yakni di Magelang (Jawa Tengah).
Hasil industri sementara ini dipergunakan masyarakat sekitar untuk pengganti bahan bakar minyak tanah.
Lima pembangunan proyek percontohan yang ditargetkan selesai pada akhir Oktober masing-masing di Banjarmasin (Kalimantan Barat), Jombang (Jawa Timur) dan tiga lainnya berlokasi di Jabodetabek.
Ikhwan Asrin, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM, mengatakan peresmian proyek pengolahan sampah menjadi briket biomassa akan dilaksanakan secara bertahap mulai 16 Oktober di Banjarmasin.
"Setelah itu peresmian selanjutnya dilaksanakan di Jombang pada 23 Oktober dan berikutnya pada 31 Oktober di kawasan Jabodetabek, yakni di Cimanggis, Bogor dan Bekasi," kata Ikhwan Asrin.
Proyek percontohan tersebut selanjutnya dikembangkan sebagai industri pengolahan oleh pelaku usaha mikro, kecil menengah. Kementerian Koperasi dan UKM dalam proyek percontohan ini bertugas memfasilitasi proyek serta bimbingan teknis.
Kegiatan itu dilaksanakan dengan pola kemitraan antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan pihak swasta yang menjadi mitra pemasok mesin pengolahan sampah, yakni Rumah Perubahan milik Rheinald Kasali.
Herustiati, Asisten Deputi Urusan Kemitraan dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM, menjelaskan melalui proyek tersebut pemerintah bertekad menumbuhkan wirausaha baru di tengah-tengah masyarakat.
"Melalui program ini setidaknya bisa lahir wirausaha baru karena melibatkan masyarakat yang belum memiliki bisnis di samping UMKM yang berniat mengembangkan usahanya," kata Herustiati.
Menurut dia akan lahir 40 wirausaha baru karena total pelaku UMKM dalam proyek tersebut 240. Kelompok wirausaha baru tersebut lalu diharapkan mendirikan koperasi agar bisa melakukan transkasi dengan perusahaan besar.
"Setelah UMKM mengelola sampah menjadi industri dalam skala besar, Rumah Perubahan siap menampung produksi UMKM untuk disalurkan kepada perusahaan besar yang siap menampung, yakni PT PLN dan perusahaan semen raksasa di Cibinong, Bogor."
Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
ICBC: Manfaatkan pasar China - WIRAUSAHA
Kotak antik Mataram diekspor - WIRAUSAHA
Pegadaian salurkan PKBL - WIRAUSAHA
Akses pasar UKM dipacu dengan CSR - Gapmmi: Jangan lakukan aksi borong