Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

Tepung mocal ditarget gantikan terigu impor

JAKARTA: Kementerian Negara Koperasi dan UKM menargetkan peningkatan produksi tepung mocal mencapai 2 juta ton pada 2012, sekaligus menggantikan sekitar 30% kebutuhan tepung terigu nasional.

Saat ini kapasitas produksi tepung hasil diversifikasi produk berbahan cassava (singkong) itu baru mencapai 360.000 ton per tahun. Dengan penanaman massal sekitar 2 juta ha pemerintah optimistis bisa mengurangi ketergantungan pada tepung terigu impor.

Muhammad Taufiq, Staf Ahli Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan Iklim Usaha dan Kemitraan, mengatakan saat ini lahan untuk budi daya singkong baru mencapai 600 ha.

Lahan tidak produktif milik Perhutani yang bisa dipakai kelompok masyarakat seluas 2 juta ha di seluruh Indonesia. Adapun budi daya singkong saat ini baru terkonsentrasi di Trenggalek (Jawa Timur) dan Grobogan serta Pati (Jawa Tengah).

Mulai akhir tahun ini budi daya singkong mulai dikembangkan ke tiga daerah lain, yakni di Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta di Pacitan dan Wonogiri (Jawa Tengah).

"Tren pengembangan mocal atau modified cassava flour (mocal) saat ini terus meningkat karena teknologinya sederhana, tapi bernilai ekonomis. Mocal bahkan aman dikonsumsi penderita autis karena tidak mengandung glutan," kata Muhammad Taufiq.

Dibandingkan dengan harga jual tepung tapioka sekitar Rp1.200-Rp1.300 per kg, harga mocal di pasar lebih tinggi karena bisa mencapai Rp4.300 per kg. Dibandingkan dengan harga tepung terigu di atas Rp7.000 per kg  mocal juga lebih murah.

Menurut Taufiq, pembudidayaan tanaman disertai pendirian pabrik untuk memproses menjadi mocal, berpotensi mengurangi angka kemiskinan dan jumlah pengangguran karena investasinya cukup murah, tidak lebih dari Rp100 juta.

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRAUSAHA
    PKPS-BBM dorong koperasi
  • WIRAUSAHA
    Cinde pasok Carrefour Lebak Bulus
  • Ventura Award diharapkan pacu PPU naik kelas
  • Proses pendirian koperasi dipermudah