Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 15/10/2008
Dekopin undang investor masuk BBJ
JAKARTA: Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono mengundang para investor masuk ke dalam pendanaan komoditas Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), untuk membiayai kegiatan produksi dan perdagangan perkoperasian.
Undangan terbuka tersebut bisa terealisasi setelah Dekopin bersama Bursa Berjangka Jakarta dan lembaga keuangan bukan bank (PT Harvestindo Asset Management) menandatangani naskah kesepahaman kerja sama memasukkan produk perkoperasian masuk BJJ.
"Kerja sama ini pada intinya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan di sektor riil," kata Adi Sasono seusai menandatangani naskah kesepahaman itu, kemarin.
Karena itu, gerakan koperasi mempersiapkan sedikitnya 12 komoditas pertanian dan hasil kerajinan masyarakat koperasi untuk dimasukkan ke dalam BBJ yang selama ini portofolionya hanya aset finansial.
Dengan masuknya komoditas yang dihasilkan koperasi ke BBJ, maka ini merupakan sejarah baru karena yang masuk ke dalam perdagangan sudah berbentuk fisik. Untuk masuk Bursa Berjangka Jakarta, komoditas harus memenuhi standar yang ditetapkan.
Untuk memperlancar kerja sama ini, Dekopin, a.l. berperan mencari dan mencalonkan unit-unit koperasi dan usaha kecil menengah yang layak menjadi calon peserta program.
Direktur Utama PT BJJ, Hasan Zein Mahmud, mengatakan potensi sinergi besar dari kerja sama ini akan sangat besar manfaatnya. Karena itu pihaknya bersedia memberi fokus perhatian kepada program perdagangan fisik secara terorganisasi oleh Dekopin.
"Kami melihat banyak hal yang bisa dikerjasamakan, dan dalam hal ini BBJ tidak mungkin mengembangkan jaringan sendirian. Masuknya koperasi juga menjadi edukasi bagi perdagangan bursa berjangka," kata Hasan Zein.
Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRAUSAHA
ICBC: Manfaatkan pasar China - WIRAUSAHA
Kotak antik Mataram diekspor - WIRAUSAHA
Pegadaian salurkan PKBL - WIRAUSAHA
Akses pasar UKM dipacu dengan CSR - Gapmmi: Jangan lakukan aksi borong