Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

Bahana siapkan dana
ventura Rp700 miliar

JAKARTA: PT Bahana Artha Ventura menyiapkan dana Rp700 miliar-Rp1,5 triliun untuk memperkuat usaha mikro, kecil menengah (UMKM) dalam mengantisipasi dampak krisis global ataupun gejolak politik dalam negeri.

Presiden Direktur PT Bahana Artha Ventura (BAV) Hesty Purwanti mengatakan sumber dana tersebut berasal dari pemerintah, pihak ketiga, dan pengembalian angsuran perusahaan pasangan usaha. Outstanding pembiayaan PPU hingga September 2008 mencapai Rp777 miliar.

"Ekspansi perlu dilakukan karena asumsi tahun depan UMKM akan banyak mengalami tekanan finansial. Sedangkan kebutuhan mereka terhadap permodalan masih sangat besar," kata Hesty, baru - baru ini.

Oleh karena itu BAV memandang perlu meningkatkan kontinuitas pelayanan kepada PPU-nya melalui 27 unit jaringan di seluruh Indonesia. Dalam bantuan permodalan bagi PPU atau UMKM, BAV tetap akan mengedepankan prinsip kemitraan.

Menurut Hesty, BAV turut memberi pendampingan dalam pengelolaan pinjaman, selain ikut memperluas jaringan pasar ekspor ke negara yang tidak mengalami dampak krisis global.

Sesuai dengan misi dan visi BAV memberdayakan dan menumbuhkembangkan UMKM, perusahaan modal ventura tersebut berupaya menemukan solusi terbaik dengan meningkatkan permodalan untuk diakses mitranya.

Meski demikian BAV akan selektif menentukan PPU calon penerima pembiayaan tambahan tersebut. Pembiayaan hanya diberikan kepada PPU yang sehat untuk penambahan modal kerja.

BAV juga meningkatkan efektivitas pengawasan PPU yang bidang usahanya terkait dengan kondisi ekonomi global, seperti industri yang memiliki ketergantungan bahan baku impor ataupun eksportir bidang perikanan, kayu, tekstil dan pariwisata.

"Kami tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan dan melakukan good corporate governance," ungkap Hesty.

Antisipasi peningkatan modal PPU pada 2009 juga terkait dengan suhu politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu), yang diperkirakan terjadi perlambatan aktivitas ekonomi (investasi) sebab pelaku ekonomi akan menunggu hasil pemilu.

"Krisis ekonomi global yang diperkirakan berkepanjangan mengakibatkan penurunan permintaan dunia. Persaingan di pasar domestik semakin tinggi karena eksportir negara lain yang selama ini tujuannya ke AS dan Eropa, akan mengalihkannya ke Asia."

Oleh Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • WIRA USAHA
    Koperasi etalase dirintis
  • WIRA USAHA
    Industri kreatif didorong
  • Matahari raih omzet tertinggi
  • Puskud Jatim jamin distribusi pupuk lebih baik