Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 21/11/2008
PNM siapkan pembiayaan Rp1,5 triliun
JAKARTA: PT Permodalan Nasional Mandani (PNM) mematok bisa menyalurkan dana pembiayaan untuk nasabah dan lembaga keuangan mikro sebesar Rp1,5 triliun pada tahun depan.
Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan dari total dana yang akan disalurkan itu, Rp1,1 triliun akan disalurkan kepada nasabah secara langsung, sedangkan sisanya Rp400 miliar akan disalurkan ke lembaga keuangan mikro (LKM).
"Untuk keperluan pendanaan itu, Rp400 miliar kami peroleh dari dana program pemerintah, dan sisanya Rp1,1 triliun kami peroleh dari pinjaman bank. Beberapa bank nasional, terutama yang BUMN siap mendanai kami," katanya kemarin, di kantor Kementerian BUMN.
Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa bank yang siap mendanai PNM di antaranya Bank Bukopin, Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta Bank Negara Indonesia (BNI).
Menurut Parman, krisis yang melanda pasar finansial tidak banyak berpengaruh terhadap nasabah mikro.
Kondisi tersebut memungkinkan perseroan mematok target pembiayaan lebih besar dibandingkan dengan tahun ini.
Hingga akhir tahun ini PNM menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp750 miliar. Sampai saat ini dana yang telah disalurkan oleh BUMN pembiayaan itu mencapai Rp700 miliar.
"Kami berani meningkatkan target pembiayaan dua kali lipat, karena nasabah mikro tidak banyak tersentuh oleh krisis finansial. Kami juga akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha mikro," imbuhnya.
PNM mengalokasikan pinjaman per nasabah dengan besaran Rp20 juta-Rp30 juta.
Tiga bulan lalu, PNM meluncurkan program pembiayaan langsung Ulamm (Unit Layanan Modal Mikro) dengan target penyaluran pinjaman Rp2,5 triliun melalui 500 outlet dalam 5 tahun mendatang.
Ulamm merupakan model baru, karena penyaluran pembiayaan kepada usaha mikro dan kecil dilakukan melalui lembaga keuangan mikro, seperti BPR, koperasi simpan pinjam, dan baitul mal wattanwil.
"Ulamm ini menjadi one stop shopping bagi pengusaha mikro dan kecil dalam pengembangan usahanya," ujar Parman.
Pembiayaan ini akan dilengkapi fasilitas dukungan teknis usaha bagi peminjam. Layanan Ulamm tidak hanya bagi pengusaha mikro, tetapi juga akan menyasar para penganggur yang membutuhkan modal berusaha.
Sejauh ini, outlet Ulamm berdiri di 12 wilayah, mencakup Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Pekanbaru, Medan, Aceh, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar.
Ulamm menggunakan pendekatan klaster industri dalam membiayai usaha mikro dan kecil.
"Seperti di Bandung, kami membiayai perajin sepatu di satu kawasan. Cukup besar pembiayaan, rata-rata Rp50 juta, karena menjelang Lebaran banyak order."
Jasa manajemen yang disediakan a.l. pelatihan, konsultasi, pendampingan, pengelolaan keuangan dan akses pasar.
Sasarannya mencakup klaster makanan tradisional, petani sayur, perajin tas, sepatu dan aksesori, perajin kayu, perajin logam, hingga klaster peternak unggas.
Dengan asumsi setiap usaha debitor merekrut tiga orang, Ulamm ditargetkan mampu menciptakan serapan pekerja 1,2 juta orang dan penerima manfaat sebanyak 4,8 juta orang.
Kinerja keuangan
Terkait dengan kinerja keuangan tahun ini, PNM menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp215 miliar. Dari jumlah itu, perseroan mematok laba bersih sebesar Rp13 miliar.
Target laba bersih itu lebih tinggi dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) yang dipatok pada awal tahun sebesar Rp10,2 miliar.
Untuk tahun depan PNM menargetkan pendapatan sebesar Rp306 miliar. Namun untuk laba bersih, perseroan belum bisa membuka target. "Kami belum bisa menyebutkan target laba bersih, karena pembahasan rencana tahun depan belum selesai."
PNM merupakan perusahaan pembiayaan mikro yang dimiliki oleh pemerintah. BUMN ini ini didirikan pada tanggal 1 Juni 1999 dan bertujuan membantu pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. (Moh. Fatkhul Maskur) (bambang.jatmiko@bisnis.co.id)
Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- WIRA USAHA
Aceh dapat anggaran UKM - WIRA USAHA
Peritel diminta tunduk aturan - Kemenkop siap bantu pemda susun perda LPKD
- Ruang gerak waralaba 'jadi-jadian' makin terbatas
- Carrefour dapat izin di Blok M Square