Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
Jual dahulu, pengembangan kemudian
Periode 1990 hingga 1996 merupakan masa-masa manis bagi para pengembang kawasan industri. Satu kawasan industri mampu menjual hingga ratusan hektare lahan setiap tahunnya. Pengembang pun berebut mengembangkan kawasan industri, hingga krisis ekonomi yang datang di penghujung 2007.
Permintaan yang tinggi, membuat pengembang berani mempertaruhkan dananya untuk mengembangkan kawasan industri sebelum ada kepastian siapa pembelinya. "Kami berani mengembangkan kawasan industri terlebih dahulu, baru kemudian ditawarkan atau dijual," ujar Sekjen Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia Sanny Iskandar.
Kini, para pengembang kawasan industri mengubah strategi. Pengembangan kawasan industri baru dilakukan, setelah laku dijual. "Jadi kawasan industrinya baru dikembangkan, setelah ada yang membeli," tambah Sanny yang juga menjabat sebagai direktur PT Maligi Permata Industri Estate, pengembang Karawang International Industrial City (KIIC).
Hal itu memang sedikit mengurangi beban pengembang kawasan industri. Penjualan kawasan industri di seluruh kawasan Bekasi saja hanya mencapai 62,61 hektare sepanjang tahun lalu. Itu merupakan penjualan terbesar dibandingkan dengan kawasan industri di wilayah lain.
Itu sebabnya para pengembang kawasan industri tidak sudi 'berjudi' dengan mengembangkan lahannya sebelum ada kepastian akan terjual.
Menurut Sanny, kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, merupakan wilayah yang memiliki prospek bagus untuk terus berkembang. Infrastruktur yang cukup menunjang membuat penjualan lahan pada kawasan industri di wilayah itu masih cukup melegakan.
Tujuan relokasi
Dia optimistis Indonesia masih akan menjadi tujuan relokasi investasi para pengusaha yang saat ini melakukan investasi di China. Kebijakan pemerintah China yang mengubah sistem perpajakan dan besaran pengenaan pajak kepada sektor industri di sana, diharapkan berdampak positif bagi Indonesia.
"Mungkin ada pertimbangan dari para investor di China, khususnya sektor industri yang ke arah labour intensive, untuk melirik negara-negara di luar China. Mungkin itu bisa jadi harapan kita [Indonesia]," ujar Sanny.
Lagi-lagi, sektor otomotif masih menjadi sektor industri yang diharapkan dapat menggenjot penjualan lahan di sejumlah kawasan industri. Perluasan pabrik yang dilakukan sejumlah perusahaan yang telah eksis juga diharapkan memberi dampak pada penjualan kawasan industri.
"Kami mencatat sejumlah industrial estate telah membuat komitmen dengan beberapa pembeli pada awal tahun ini. Pembeli kawasan industri itu masih berasal dari sektor-sektor industri yang sama dengan tahun lalu," ujar Michael Broomell, Managing Director PT Colliers International Indonesia.
PT Coldwell Banker Commercial Indonesia (CBCI), perusahaan konsultan properti, menyebutkan prospek pengembangan kawasan industri tergantung pada skema yang direncanakan pemerintah, termasuk peluncuran zona ekonomi khusus (SEZ) dan hasil dari implementasi paket deregulasi investasi.
CBCI juga menilai pertumbuhan sektor kawasan industri sepanjang tahun lalu tercatat stagnan. Kenaikan harga minyak di pasar global yang berdampak pada harga listrik, membuat investor kembali menghitung ulang investasi mereka di Indonesia.
Namun, sejumlah pengelola kawasan industri merencanakan ekspansi pada tahun ini. Millenium Industrial Estate 2 akan memperluas lahan seluas 40 hektare, Jababeka 3.260 hektare, Delta Mas Industrial Estate 180 hektare, Marunda Center 150 hektare, dan Bukit Indah Extention seluas total 481 hektare.
Ekspansi itu tentunya dilakukan setelah ada kepastian pembelian dari para peminatnya. (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)
Oleh Yeni H. Simanjuntak
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Properti favorit orang-orang super kaya
- Indonesia yang masih jauh dari radar
- Konsep minimalis landa rumah sederhana
- Pemerintah tangani langsung pembangunan Nias
- Kenaikan harga properti tidak terelakkan