Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 14/05/2008

PILAR
Mal Pluit Junction beroperasi bulan ini

JAKARTA: Mal Pluit Junction akan mulai beroperasi pada bulan ini, dengan jumlah ruang sewa yang terisi mencapai 80% dari total luas mal 55.000 m2.

Manajemen Mal Pluit Junction menilai prospek pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Utara masih sangat besar, karena total ruang mal yang beroperasi di kawasan tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan daya beli yang ada.

"Nanti, pembukaan pada 21 Mei akan dilakukan Pak Fauzi [Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta]. Dari persiapannya, ruang yang telah siap untuk beroperasi mencapai 80%. Ini akan menjadi mal ketiga di kawasan Jakarta Utara," ungkap Lutfi Rachman, Direktur Proyek Mal Pluit Junction, akhir pekan lalu.

Mal Pluit Junction dibangun di lahan 1,35 hektare dan menelan investasi Rp250 miliar.

Tombak Suhendro, Manajer PT Procon Indah, perusahaan riset dan konsultan pemasaran properti, mengatakan prospek pusat perbelanjaan di Jakarta Utara masih sangat besar, karena ruang mal yang beroperasi di kawasan itu masih minim. Padahal, daya beli konsumen di kawasan Jakarta Utara sangat tinggi. (Bisnis/irs)

bisnis.com

Berita Lain

  • Komplain soal properti di DKI tinggi
  • Tanah rusunami maksimal Rp1 juta/m2
  • Perumnas adopsi model badan asing
  • PILAR
    Konstruksi tol di Jatim jalan terus
  • PILAR
    Progres jalan Marunda capai 50%
  • Pengusaha jangan minta eskalasi
  • Multi Artha bangun 7 apartemen di Jakarta Utara
  • 3 Investor jalan tol dapat ultimatum
  • PILAR
    20% Rumah pascagempa tidak aman