Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

Penjualan ruas jalan tol Jasa Marga dimulai 2010

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk memastikan penjualan sejumlah ruas tol strategis dapat dilakukan pada 2010, sebagai upaya untuk penambahan modal perseroan.

Sumaryanto Widayatin, Komisaris Jasa Marga, mengatakan opsi pendanaan lewat penjualan ruas tol strategis itu akan mempercepat pembangunan ruas tol lain, terutama jalan tol Trans Jawa dan Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR).

"Untuk penjualan tol Cipularang masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Kalau JLB [Jalantol Lingkar Baratsatu] harus diselesaikan dulu W2-nya. Memang serba repot, karena masih banyak persoalan. Jika sudah selesai, pada 2010, kami coba IPO," katanya seusai diskusi rutin di Departemen Pekerjaan Umum kemarin.

Sumaryanto mengatakan BUMN itu membutuhkan suntikan modal yang besar untuk mengerjakan proyek tol seperti Trans Jawa dan JORR.

Hingga saat ini, Jasa Marga masih mengkaji ulang ruas tol yang akan dijual melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), termasuk nilai jual yang akan ditawarkan.

Berdasarkan catatan Bisnis, ruas tol Cipularang II ada yang menawar hingga Rp2,6 triliun. BUMN itu menargetkan pemasukan Rp3,4 triliun dari sedikitnya dua konsesi jalan tol. "Harganya akan kami review lagi," kata Sumaryanto.

Penjualan aset sebuah perusahaan, menurutnya, merupakan hal wajar untuk menambah modal dan meningkatkan kinerja. Hal yang perlu dikaji lebih dalam adalah besaran atau persentase penjualannya.

"Tidak hanya Cipularang, semua ruas tol yang sudah layak memungkinkan dijual untuk menambah modal," tambahnya.

Dua tahun lalu, perseroan mengalami kesulitan keuangan, sehingga peringkatnya sempat turun. Namun, awal tahun ini peringkatnya kembali naik sehingga opsi penjualan aset sangat dimungkinkan untuk dilakukan.

Jasa Marga akan tetap menjadi pemegang saham pengendali pada ruas jalan tol yang dijual.

Jasa Marga berencana membangun 10 jalan tol Trans Jawa sepanjang 1.200 kilometer di atas lahan 4.700 hektare. Namun, pembebasan lahan untuk tol itu baru mencapai 7%.

Perseroan juga menjajaki akuisisi dua konsesi jalan tol tahun ini menggunakan alokasi dana penawaran umum perdana  senilai Rp3,4 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito mengatakan perseroan telah menjajaki untuk mengakuisisi Jakarta Outer Ring Road W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan). (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Mengerem KPR tindakan keliru'
  • PILAR
    Investasi Cybercity Rp2,36 triliun
  • PILAR
    Pembebasan lahan pakai konsinyasi
  • Pengembang Surabaya gencar tawarkan pembiayaan in house