Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 16/05/2008
Pemerintah tangani langsung pembangunan Nias
MEDAN: Pemerintah segera mengambil alih pembangunan Nias pascabencana menyusul akan berakhirnya masa kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias & Aceh pada April 2009.
Menteri Dalam Negeri Mardijanto mengatakan peralihan penanganan Nias dari BRR merupakan masalah yang kritis.
Proyek-proyek yang sudah dibangun harus dipelihara. Program yang harus dikedepankan pada masa mendatang adalah program pemeliharaan.
''Pemerintah akan memasukkannya ke dalam rencana kerja tahunan tahun 2009,'' katanya dalam acara Pertemuan Antar-Stakeholders Rekonstruksi Kepulauan Nias ke-IV di Medan, kemarin.
Dia menambahkan proyek-proyek yang belum selesai harus ada penyelesaiannya dan inventarisasi siapa yang bertanggung jawab. Dia menjelaskan bagi proyek yang belum selesai, tetapi mendapat bantuan luar negeri, akan ditangani pemerintah pusat. Adapun, program bantuan yang bisa dirupiahkan akan ditangani pemerintah daerah.
Kepala Badan Pelaksana BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto berharap pada masa transisi dapat meningkatkan peran pemerintah daerah.
Dia menyebutkan selama BRR, lembaga International, lembaga donor berada di Nias pasca-Tsunami 2005, telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 kali lipat.
Namun kekhawatiran BRR saat ini, menurut Kuntoro, adalah pertumbuhan pembangunan fisik dan ekonomi Nias anjlok saat ditinggal BRR dan lembaga dunia internasional.
Bupati Nias, Binahati B Baeha mengatakan diperkirakan pembangunan di kepulauan Nias baru mencapai 65% hingga 70% saat usai masa mandat BRR nanti. "Penyebabnya adalah terlalu singkatnya masa kerja BRR di Nias," katanya. (k3)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Summarecon gelar pesta kembang api - PILAR
Jasa Marga beri pengobatan gratis - PILAR
Serah terima kunci rusunami mundur - Jabar rancang proyek tol Bandung-Ciamis
- BPPT beri Ciputra gelar perekayasa teknologi