Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Properti favorit orang-orang super kaya
"Waktu masih jadi mahasiswa, saya sempat melihat daftar orang-orang kaya dunia. Ternyata sebagian besar investasi mereka dalam bentuk properti. Kalau bukan sebagai investasi utama, pasti jadi investasi kedua. Itu sebabnya saya memilih bidang ini," ujar Michael Riady, CEO St. Moritz Penthouses and Residences. Cucu Mochtar Riady, pendiri Grup Lippo, itu yakin properti membuat orang kaya semakin kaya.
Properti memang menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik. Keuntungan yang diraup lewat bisnis properti menjadi magnet bagi siapa pun, terutama orang-orang super kaya yang punya dana berlimpah. Produk properti mereka tersebar di berbagai belahan dunia.
Produk properti di kota-kota terkenal dunia seperti London, New York, Manhattan, Moscow, dan Dubai merupakan sasaran tembak utama orang-orang super kaya. Namun, seiring bertambahnya jumlah orang-orang berkantong super tebal, kota-kota di belahan bumi lain segera menjadi incaran berikutnya.
Hasil survei Knight Frank, konsultan properti yang berbasis di London, menyebutkan orang-orang super kaya, yang disebut sebagai high net worth individual (HNWI), akan meningkatkan porsi investasi mereka di sektor properti pada tahun ini. Porsi investasi mereka pada produk properti akan naik hingga mencapai 40% dari total nilai kekayaan, naik dibandingkan dengan 38% pada tahun lalu.
Knight Frank dan Citi Private Bank memberikan label orang-orang super kaya atau HNWI kepada individu yang memiliki alokasi aset di atas US$1 juta di sektor properti. Individu pemilik aset properti senilai US$1 juta hingga US$10 juta disebut HNWI, sedangkan pemilik properti senilai US$10 juta hingga lebih dari US$100 juta dinamakan sebagai ultra high net worth individual (UHNWI).
Orang-orang super kaya inilah yang akan terus menaikkan porsi investasi mereka di sektor properti, tanpa terlalu peduli terhadap krisis kredit perumahan yang tengah melanda Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain di kawasan Eropa.
Data yang dirilis Scorpio Partnership, penasihat strategis untuk industri wealth management, menyebutkan pertumbuhan orang-orang super kaya dunia sepanjang tahun lalu didominasi lajunya putaran roda ekonomi negara-negara berkembang.
Angka pertumbuhan jumlah orang kaya di China pada tahun lalu mencapai 14% dan India mengantongi peningkatan 9%. Jumlah orang kaya di Kazakhstan, Singapura, Argentina, dan Uni Emirat Arab, rata-rata tumbuh 8%.
Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah orang super kaya di AS tetap yang paling tinggi. Jumlah orang kaya di negara itu bertambah sebanyak 120.000 orang menjadi total 3,1 juta orang.
Populasi orang kaya terbesar kedua terdapat di Jepang yaitu 765.000 orang, disusul Inggris 557.000 orang. Adapun, jumlah orang kaya di China tahun lalu bertambah 46.000 orang, sehingga saat ini mencapai 373.000 orang.
Selain tetap mengawasi peluang bisnis properti di kota-kota mapan dunia seperti London dan New York, produk properti di pasar negara-negara berkembang (emerging market) juga tidak luput dari incaran orang-orang super kaya itu. Brazil, China, dan India merupakan negara yang segera masuk dalam daftar portofolio investasi mereka.
Lokasi favorit
Tidak ada istilah rumah pertama atau kedua bagi individu-individu super kaya. Mereka tinggal di New York, Jenewa (Swiss), Ibiza (Spanyol), dan Singapura, dengan waktu yang sama lamanya di setiap tahun.
"Mereka bisa tinggal di New York selama tiga bulan, Jenewa tiga bulan, dan juga di apartemen lainnya selama waktu yang sama. Jadi tidak ada istilah rumah pertama atau rumah kedua bagi mereka," kata Willson Kalip, President Director PT Willson Properti Advisindo, pemegang lisensi Knight Frank di Indonesia.
Sebagian besar (67%) dari total orang super kaya di dunia memang masih cenderung membeli produk properti di negara mereka atau yang tidak terlalu jauh. Namun, orang-orang kaya di Asia, Australia, dan Afrika justru sebaliknya. Sebanyak 40% dari mereka cenderung melakukan investasi langsung di luar negara mereka seperti AS, Inggris, dan Timur Tengah.
Antigua, sebuah negara kepulauan yang terletak di Laut Karibia bagian timur, dan Saint Jean Cap Ferrat, Perancis merupakan dua lokasi favorit para individu super kaya di dunia. Pertumbuhan harga jual properti, dalam bentuk apartemen, di dua kawasan itu membukukan nilai tertinggi sepanjang tahun lalu.
Saint Petersburg dan Moscow, Rusia, berada di urutan berikutnya. Harga jual apartemen di dua kota itu tumbuh masing-masing 38% dan 35% sepanjang tahun lalu. Pada 2006, keduanya bahkan mencatat pertumbuhan masing-masing 95% dan 75%.
Berdasarkan data Knight Frank, kenaikan harga apartemen di Singapura sepanjang tahun lalu tumbuh 31%, berada tepat di bawah Moscow dan satu level di atas London.
"Singapura bekerja keras menarik sumber daya manusia di sektor keuangan di Asia. Negara itu juga menciptakan pusat layanan finansial terbaik. Pemerintah Singapura mengikuti model yang diterapkan Swiss," ujar Liam Bailey, Head of Research Scorpio Partnership, seperti dikutip dari laporan Knight Frank.
Investasi individu super kaya tidak semuanya dalam bentuk apartemen atau hunian jangkung yang berada di tengah kota atau tempat-tempat wisata. Tren investasi mereka dalam bentuk lahan pertanian juga meningkat.
Insentif pajak untuk sektor itu di Australia dan sejumlah negara di Eropa, menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, individu super kaya dari Argentina dan Brazil merupakan orang-orang yang mempunyai garis sejarah yang dekat dengan kepemilikan lahan. Tidak heran kalau mereka memilih lahan pertanian untuk membenamkan sebagian kecil uangnya. (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)
Oleh Yeni H. Simanjuntak
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Dubai tak henti mencakar langit
- Berlomba menjadi yang tertinggi di dunia
- PILAR
10% Proyek PU belum dilelang - PILAR
Resettlement Minarak dinilai positif - Aturan utang PDAM siap terbit