Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 17/07/2008
Multi Artha bangun 7 apartemen di Jakarta Utara
JAKARTA: PT Multi Artha Pratama menyiapkan proyek apartemen Long Beach di kawasan Pantai Indak Kapuk, Jakarta Utara dengan nilai investasi ditaksir mencapai Rp191,4 miliar atau sekitar US$20,81 juta.
Pengembang properti itu akan membangun tujuh menara apartemen setinggi delapan lantai dengan total luas ruang mencapai 54.693 meter persegi di lahan 1,7 hektare.
Menurut sumber Bisnis, proyek itu direncanakan mulai dibangun pada Oktober tahun ini di kawasan elite di Jakarta Utara tersebut.
"Proyek itu dikerjakan mulai Oktober, tapi belum tahu kapan selesainya. Ada tujuh menara setinggi delapan lantai yang akan dibangun," ungkap sumber itu, kemarin.
Bisnis mencoba mengonfirmasi kepada Sugeng Khengadi, Manajer Proyek PT Multi Artha Pratama, pengembang apartemen Long Beach, tetapi yang bersangkutan belum berhasil dihubungi.
Proyek itu nantinya terdiri dari tiga macam produk hunian, yaitu rumah bandar, apartemen, dan kondominium.
Menurut sumber itu lagi, Multi Artha telah menunjuk PT Image Qreator yang beralamat di Kedoya, Jakarta Barat sebagai arsitek dan PT Haerte Widya Konsultan sebagai arsitek strukturnya.
Kelas atas
Sementara itu, lanjutnya, kontraktor untuk pembangunan proyek itu belum diketahui karena belum ditunjuk.
Proyek hunian yang diprediksi masuk dalam kelompok properti kelas menengah atas itu akan menjadi pesaing dari proyek apartemen mewah yang telah dikembangkan terlebih dahulu oleh Intiland Development Group di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
Intiland telah memulai pembangunan proyek apartemen mewah Regatta sejak masih bernama Dharmala Intiland di bawah bendera pengembang Badan Kerja Sama Mutiara.
Proyek itu merupakan proyek kerja sama investasi dengan Grup Swabauna yang pada waktu itu diperkirakan menghabiskan dana Rp700 miliar untuk tahap pertama dari rencana dua tahap pengembangan proyek prestisius di lahan reklamasi 11 ha.
Sebanyak empat menara dengan luas setiap menara diperkirakan mencapai 75.000 m2 dibangun untuk tahap pertama tersebut.
Sebelumnya, Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan pasar properti kelas premium seharga Rp5 miliar ke atas diperkirakan stabil dibandingkan dengan kelas lainnya yang akan terkena guncangan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak dan penurunan daya beli.
Dia menambahkan hanya perusahaan pengembang produk properti kelas premium yang sudah solid yang tetap akan membangun meskipun Indonesia mengalami tekanan ekonomi.
Oleh Irsad Sati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Summarecon gelar pesta kembang api - PILAR
Jasa Marga beri pengobatan gratis - PILAR
Serah terima kunci rusunami mundur - Jabar rancang proyek tol Bandung-Ciamis
- BPPT beri Ciputra gelar perekayasa teknologi