Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

Pengusaha jangan minta eskalasi

JAKARTA: Departemen Pekerjaan Umum meminta investor jalan tol tidak ikut meminta penyesuaian nilai kontrak atau eskalasi karena proyek di sektor itu bersifat tahun jamak atau multiyears.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM Departemen PU Sumaryanto Widayatin mengatakan nilai kontrak yang ditetapkan dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) bersama investor sudah memperhitungkan kenaikan bahan baku dan biaya produksi.

"Eskalasi jalan tol hanya berlaku antara investor dengan kontraktornya. Kalau total nilai kontrak dalam PPJT tidak termasuk yang disesuaikan," katanya di Jakarta, kemarin.

Sumaryanto mengatakan nilai kontrak proyek jalan tol yang ditetapkan dalam perjanjian bersifat jangka panjang dan sudah memasukkan berbagai parameter termasuk perkiraan kenaikan bahan baku dan biaya transportasi.

Meskipun demikian, katanya, jika nilai kontrak yang ditetapkan itu sudah tidak bisa menanggung beban pekerjaan konstruksi, investor bisa mengusulkan kepada Menteri PU agar perjanjiannya diubah.

"Kalau investor sudah kuat, baru PPJT-nya diubah dengan seizin Menteri PU."

Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan eskalasi harga kontrak yang menggunakan dana APBN atau APBD. Rumusan dan perhitungan eskalasi sudah diserahkan oleh Departemen Pekerjaan Umum ke Departemen Keuangan untuk segera ditandatangani.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan belum ada aturan yang mewajibkan nilai kontrak jalan tol harus disesuaikan dengan kenaikan harga bahan baku ataupun dampak kenaikan harga BBM.  (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • IAP akan survei 14 kota
  • LAYANAN
    Penjualan kawasan industri 112,58 ha
  • PILAR
    Barru siapkan dana pembebasan tanah
  • PILAR
    Bengkulu ingin jalan diperbaiki
  • PILAR
    29% Jalan di Kotabaru rusak parah