Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Perumnas adopsi model badan asing

JAKARTA: Perum Perumnas berminat mengadopsi model pengembangan badan perumahan di Singapura,Thailand, dan Malaysia untuk mempertajam arah bisnis di bidang papan.

Housing & Development Board (HDB) di Singapura dan perusahaan perumahan milik Pemerintah Thailand dan Malaysia dinilai mampu berkembang dengan baik dalam mengombinasikan sisi komersial bidang perumahan dan fungsi pelayanan terhadap kepentingan perumahan bagi kelompok menengah bawah.

Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan perumnas mempunyai modal kuat untuk menerapkan sistem usaha yang dikembangkan badan perumahan di negara tetangga itu dengan memulai dari pengoptimalan aset yang dimiliki saat ini sekitar Rp1,2 triliun.

"Modal awal kami aset yang ada saat ini yang mencapai Rp1,2 triliun, di antaranya cadangan lahan seluas 2.400 hektare yang tersebar di sejumlah daerah," ungkapnya dalam refleksi 34 tahun berdirinya bidang perumahan itu yang jatuh hari ini di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan kontak langsung dengan badan perumahan dari negara tetangga itu untuk saling berbagi data dan pengalaman dalam mempratikkan bisnis di bidang perumahan.

Perumnas akan meminta kepada pemerintah untuk memosisikan kelembagaan Perumnas seperti Bulog dan PT Perusahaan Listrik Negara yang memiliki tugas dan fungsi secara khusus dengan kewenangan yang lebih besar.

Konsekuensinya, tutur Himawan, pemerintah harus melakukan perubahan kebijakan yang mendasar di bidang lahan dan alokasi dana subsidi bagi Perumnas.

"Kami tentu butuh dana yang lebih besar lagi dan cadangan lahan baru untuk bisa bergerak ke arah itu agar penyediaan rumah bagi rakyat menengah ke bawah bisa terimbangi," ungkapnya.

Saat ini, akunya, kondisi antara Perumnas dan badan seperti HDB masih jauh levelnya karena peran badan itu sangat kuat di negaranya.

Hanya saja, lanjutnya, keduanya memiliki kemiripan terkait dengan peran dalam membantu penyediaan hunian untuk masyarakat menengah bawah.

Tinggal 10%

Himawan menuturkan lahan yang dikuasai Perumnas saat ini tersisa 2.400 hektare atau tinggal 10% dari total tanah yang pernah digarap hingga 24.000 ha.

Jumlah itu, tuturnya, tidak mencukupi untuk mengejar target kebutuhan penyediaan rumah hingga 1,5 juta unit per tahun. "Idealnya lahan yang kami kuasai untuk menyediakan rumah 24.000 hektare."

Dia mengatakan BUMN lain seperti PT Perkebunan Nusantara bisa menguasai lahan hingga 100.000-300.000 hektare. Jika Perumnas ingin menambah penguasaan lahan hingga 20.000 ha sangat memungkinkan.

Idealnya, kata dia, sebagai perusahaan perumahan nasional, Perumnas harus mampu mempertahankan jumlah lahan yang dikuasai sekitar 20.000 ha untuk mendukung pemerintah menyediakan program rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam 34 tahun terakhir Perumnas telah membangun 500.000 unit rumah di 300 lokasi pada 156 kota se-Indonesia. Kinerja ini menjadi modal perusahaan untuk tetap menjadi perusahaan nasional penyedia perumahan. (20)

Oleh Irsad Sati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Jasa Marga lobi warga selama puasa
  • Uway Makmur garap properti US$21,7 juta
  • Jalur mudik Lebaran di pantura Jawa 4 lajur
  • Kemenpera incar subsidi Rp2,56 triliun