Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Berlomba menjadi yang tertinggi di dunia

Taipei 101 Tower masih perkasa sebagai gedung pencakar langit tertinggi di dunia sampai saat ini.

Gedung hasil rancangan firma arsitek C.Y. Lee & Partner yang berdiri sejak 2004 itu dengan gemilang merebut predikat sebutan sebagai gedung tertinggi yang sebelumnya disandang Petronas Twin Tower, landmark kebanggaan rakyat Malaysia yang berdiri sejak 1998.

Taipei 101 Tower dengan ketinggian mencapai 509 meter dengan 101 lantai menjadi lambang kemajuan dan kemakmuran bangsa Taiwan, sebagaimana kebanggaan bangsa ras Melayu di Malaysia atas pencapaian Petronas Twin Tower yang pernah tercatat sebagai gedung tertinggi di dunia setinggi 452 meter dengan 88 lantai.

Tapi tidak lama lagi sejarah akan mencatat Taipei 101 Tower segera tergilas sebagai gedung tertinggi di dunia. Hal ini tinggal menunggu waktu.

Tidak tanggung-tanggung, ada empat gedung pencakar langit baru yang akan muncul melewati ketinggian gedung di Taipei itu.

Ada Tower of Russia di Moskwa yang tengah dirancang sebagai prasasti kebangkitan bangsa bekas negara Uni Soviet setinggi 648 meter dengan jumlah lantai gedung sebanyak 134 lantai.

Gedung ini tengah dirancang oleh arsitek Skidmore, Owings & Merill yang rencananya selesai dibangun sekitar 2010. Tapi ada pula yang mengatakan baru selesai pada 2012.

Lalu ada pula, International Business Tower di Seoul, Korea Selatan dengan ketinggian 580 meter dan berlantai 130. Gedung itu awalnya diperkirakan selesai tahun ini, tapi masih diragukan sejumlah pihak.

Masih dari Korea Selatan, akan muncul pula Lotte World II di Kota Busan yang dirancang firma arsitek, Stephan Huh, Parker Design International. Lotte akan memiliki ketinggian 512 meter dengan 107 lantai yang diperkirakan selesai dibangun pada 2012.

Namun, yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dunia adalah kemunculan Al-Burj Dubai yang setidaknya akan menjadi puncak dari segala puncak gedung tertinggi.

Al- Burj dirancang oleh firma arsitek yang juga perancang Tower of Russia, yaitu firma arsitek Skidmore, Owings & Merill.

Saat ini, Al-Burj dalam proses penyelesaian yang diperkirakan tuntas sekitar Juni 2009. Sampai kini berapa persis ketinggian gedung itu masih menjadi misteri sehingga banyak versi yang muncul di luar. Ada yang menyebut 705 meter, 800 meter, ada pula yang menyebut 950 meter. Tapi dugaan yang paling kuat menyebutkan gedung setinggi 160 lantai itu akan memiliki tinggi sekitar 800 meter.

Yang lucu dari fenomena masih dirahasiakannya kepastian ketinggian gedung di kota salah satu negara petrodolar itu adalah dilatari oleh kekhawatiran pemilik gedung itu akan disalip gedung lain untuk menjadi yang tertinggi di dunia.

Ada ketakutan akan adanya gedung lain yang tengah dibangun di negara lain akan berusaha melampaui ketinggian Al- Burj begitu tahu ketinggiannya dalam proses pembangunan.

Untuk itu, kepastian ketinggian gedung baru akan diumumkan menjelang penyelesaian akhir dari pembangunan gedung yang menjulang tinggi bak menggapai langit tersebut.

Versi Indonesia


Bagaimana dengan Indonesia? Sejauh ini yang tertinggi baru apartemen The Peak milik Agung Podomoro Group di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan yang memiliki ketinggian 55 lantai.

Bakrie Tower yang dalam proses perampungan konstruksinya di Bilangan Rasuna Said, Jakarta, juga hanya 48 lantai.

Kabarnya, Lippo Group akan membangun yang sedikit lebih tinggi di kawasan superblok baru milik mereka di Puri Kembangan, Jakarta Barat. Tapi ini agaknya masih menunggu lama karena saat ini masih dalam perancangan pula.

Berada di kaki gedung pencakar langit memang menimbulkan suasana istimewa. Misalnya, saat kita berada di kaki Petronas Twin Tower.

Apabila kepala ditengadahkan ke atas melihat puncaknya yang menjulang itu, dalam suasana malam yang diselimuti awan yang berarak, akan didapati rona gedung di atas kayangan yang terselimut awan putih sembari diterangi cahaya dari lampu laser serta pantulan cahaya dari fasadnya yang terang. Menggetarkan jiwa tentunya. (irsad.sati@bisnis.co.id)

Oleh Irsad Sati
Wartawan Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Penertiban perusahaan broker asing mulai 2009
  • PILAR
    Pemkot Banjarmasin bangun jembatan
  • PILAR
    PNS Kotabaru akan dapat rumah
  • PILAR
    BTN sediakan kredit Kemang Village