Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 19/07/2008
Dubai tak henti mencakar langit
Kota Dubai yang kini menjelma menjadi kiblat industri dan seni properti dunia seakan tidak pernah berhenti melahirkan karya arsitektur yang spektakuler.
Setelah berhasil mencuri perhatian dunia dengan pulau-pulau palem dan gedung pencakar langit, Al-Burj yang menakjubkan itu, kini datang lagi proyek yang lebih menghebohkan dunia dari kota petrodolar itu dengan bangunan bernama The Dynamic Tower yang merupakan apartemen dan perkantoran 80 lantai dengan ketinggian 420 meter.
Dari segi jumlah lantai mungkin gedung yang akan menelan biaya mencapai US$700 juta itu tidak isti-mewa amat karena Al-Burj sendiri merupakan gedung tertinggi di dunia dengan tinggi 160 lantai.
Kehebatan The Dynamic Tower adalah pembangunan gedung pertama yang bisa berputar dengan lantai-lantai yang bisa berputar hingga gedung itu selalu berubah bentuk dalam setiap waktu.
"Ini akan menjadi gedung pertama [di dunia] yang berotasi, bergerak dan berubah bentuk," kata David Fisher, asal Italia yang menjadi arsitek proyek milik Pemerintah Dubai tersebut saat melakukan konferensi pers di New York, seperti dikutip kantor berita AP, baru-baru ini.
Dia menambahkan gedung itu nantinya tidak akan terlihat dalam bentuk yang sama dalam setiap waktu karena pergerakan dan rotasinya setiap saat.
Gedung menjulang itu nantinya akan dirancang menjadi apartemen mewah dengan luas mencapai 124 meter persegi hingga 482 m2 per unitnya dengan harga mencapai US$3,7 juta hingga US$36 juta.
Sebenarnya Dynamic tidak sepenuhnya apartemen karena lantai satu hingga 20 merupakan ruang perkantoran, lantai 21-35 untuk hotel, dan baru lantai ke-36 hingga 70 untuk apartemen yang menjadi ruang apartemen.
Untuk lantai sepuluh paling atas akan dijadikan unit supervila dengan luas unit mencapai 1.200 meter persegi.
Berputar 360%
Proses pembangunan fisiknya dilakukan secara pracetak atau sistem pabrikasi, sehingga dalam proses pengerjaannya mengarah pada pekerjaan assembling yang membutuhkan sekitar 600 orang untuk memasangnya.
Nantinya setelah jadi, maka unit-unit menara Dynamic itu akan berputar 360 derajat secara perlahan-lahan dalam setiap jangka waktu satu hingga tiga jam, mengitari satu tiang pusat di tengah gedung.
Perputaran apartemen itu sendiri akan digerakkan oleh 79 turbin bertenaga angin yang ditempatkan di antara lantai- lantainya.
Yang istimewa adalah kebutuhan energinya akan dipenuhi secara mandiri karena turbin-turbin yang dipasangkan di badannya akan menghasilkan energi listrik untuk menerangi seluruh gedung, bahkan punya kapasitas ekstra untuk memasok ke pembangkit listrik utama.
"Saya menyebut gedung ini dirancang oleh waktu dan dibentuk oleh kehidupan," kata Fisher.
Dia menambahkan gedung sejenis juga akan dibangun di Moskwa, namun dengan ketinggian yang lebih rendah, yaitu 70 lantai saja.
Untuk The Dynamic Tower sendiri diperkirakan pembangunannya akan selesai dan beroperasi menjelang 2010.
Kalau melihat kepada bentuk bangunannya, The Dynamic Tower sebenarnya mirip dengan Bakrie Tower yang juga tengah dibangun 47 lantai di Jakarta.
Kemiripannya terletak pada model bangunan yang memelintir seperti seorang penari balet yang tengah beraksi, yang oleh Ridwan Kamil, arsiteknya disebut dengan bentuk sculptural, model belah ketupat yang di setiap lantainya digeser sebesar 1 derajat horizontal, sehingga menghasilkan bangunan yang meliuk-liuk. Belum lagi secondary skin (selimut bangunan) yang terlihat indah.
Tapi di luar itu, jelas proyek di Dubai itu jauh lebih menakjubkan dengan detailnya karena ia merupakan gedung 'hidup' yang terus bergerak secara dinamis dan berotasi. Lebih dari itu juga memproduksi energi untuk kebutuhannya sendiri.
Kalau Anda punya dana melimpah dan ingin menikmati tinggal di apartemen paling spetakuler di dunia yang akan berdiri di Dubai itu, segeralah berburu The Dynamic Tower karena saat ini sudah dibuka pemesanannya. (irsad.sati@bisnis.co.id)
Oleh Irsad Sati
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PILAR
Perbaikan jalan butuh Rp150 miliar - PILAR
Gapura siapkan proyek Kebagusan II - Proyek jalan tol mutlak dibangun
- Kebocoran air ditekan jadi 20% pada 2013
- Sebagian besar proyek Kemayoran mandek
DP3KK tak persulit rekomendasi lahan