Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Perumnas diminta jadi pelaksana bank tanah

JAKARTA: Pemerintah meminta Perum Perumnas menjadi pelaksana pengelola bank tanah (land bank) supaya lebih mampu menjalankan proyek pionir dan program pemerintahan di bidang perumahan.

"Kalau cuma mengandalkan lahan yang dimiliki jelas tidak cukup untuk mengawal program pemerintah. Jadi harus jadi pelaksana land bank juga," kata Menpera Muhammad Yusuf Asy'ari di sela-sela peringatan ulangan tahun ke-34 Perumnas, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Perumnas harus melanjutkan prestasi yang telah dibuatnya dengan membangun 500.000 rumah di berbagai daerah.

Selain itu, Perumnas harus meningkatkan profesionalisme manajemen agar bisa berkompetisi dengan perusahaan swasta yang telah tumbuh dengan pesat.

Sementara itu, Meneg BUMN Sofyan A. Djalil dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Bidang Industri Kawasan Permukiman Wahyu Hidayat, mengatakan Perumnas harus melanjutkan program rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang telah dijalankan selama ini.

Untuk itu diperlukan tetap adanya alokasi dana public service obligation (PSO) untuk melanjutkan program rusunawa.

Meneg BUMN mengharapkan Perumnas terus memperkuat bisnis di bidang perumahan dengan kombinasi usaha mencari profit dan menjalankan program perumahan dari pemerintah.

Diperkuat

Sementara itu, Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan tujuh kantor regional yang dimiliki Perumnas akan diperkuat untuk memetakan peluang bisnis dengan pemda.

Menurut dia, kerja sama dengan pemda untuk pengembangan kawasan siap bangun menjadi kawasan perumahan masih diandalkan sebagai proyek utama.

"Kami mengharapkan tahun ini rapor Perumnas tidak merah lagi. Paling tidak angka di RKAP [rencana kerja anggaran perusahaan] bisa kami capai yaitu meraih pendapatan Rp800 miliar," katanya.

Himawan kembali menyatakan tekadnya menjadikan Perumnas selevel dengan Housing & Development Board (HDB) milik Pemerintah Singapura yang telah berhasil membangun 850.000 unit hunian yang sebagian besar merupakan rusun atau apartemen.

Menurut dia, Perumnas bisa memulai target itu dari pengelolaan aset yang ada saat ini yang diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Selain itu, masuk ke proyek rusunami (rumah susun sederhana milik) dan ikut memperbesar skala bisnis karena setiap proyek rusunami bisa memberikan pendapatan di atas Rp100 miliar.

"Kami kan lagi menyiapkan 27 menara rusunami. Kalau ini jalan jelas sangat besar kontribusi pendapatannya kepada Perumnas," ungkapnya.

Oleh Irsad Sati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PILAR
    Jasa Marga lobi warga selama puasa
  • Uway Makmur garap properti US$21,7 juta
  • Jalur mudik Lebaran di pantura Jawa 4 lajur
  • Kemenpera incar subsidi Rp2,56 triliun