Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Pemerintah subsidi 240.000 rumah
JAKARTA: Kementerian Negara Perumahan Rakyat menargetkan dapat menyubsidi sebanyak 70.000 unit rumah susun (rusun) dan 170.000 unit rumah sederhana sehat (RSh) pada 2009.
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Tito Murbiantoro menuturkan kebutuhan dana subsidi untuk rusun dan RSh itu mencapai Rp1,8 triliun. Pada tahun depan, pihaknya menambah alokasi subsidi untuk rusun karena pasokan rumah bertingkat itu diperkirakan mulai marak.
"Sekarang subsidi tidak hanya untuk RSh, tahun depan akan banyak aplikasi permohonan kredit untuk rusunami [rumah susun sederhana milik] bersubsidi, sehingga alokasinya kami siapkan," katanya akhir pekan lalu.
Pada tahun ini, Kemenpera menargetkan pembangunan 159.000 unit RSh dan 42.000 unit rusun dengan total kebutuhan anggaran Rp1,56 triliun, tetapi dana yang tersedia baru Rp800 miliar, sehingga masih kekurangan dana Rp760 miliar.
Anggaran subsidi untuk 2009 yang disetujui Departemen Keuangan melalui pagu indikatif baru sebesar Rp1,4 triliun. Meskipun demikian, kata Tito, kekurangan anggaran itu tidak akan menyusutkan target alokasi pembiayaan untuk rusun dan rumah sederhana karena bisa diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.
"Tidak masalah jika anggarannya belum masuk APBN 2009, jika penyerapannya lebih tinggi dari yang ditetapkan, dananya bisa diusulkan tahun berikutnya," ujar dia.
Tito mengatakan penyerapan subsidi rusun dan RSh itu juga tergantung dari daya beli masyarakat, pasokan produk dari pengembang dan kondisi pasar.
Alokasi dana
Pemerintah hanya menyediakan alokasi dana subsidi, sedangkan pembangunan rumah dan penjualan lebih ditentukan oleh pengembang dan konsumen. "Realisasinya sangat ditentukan oleh kondisi pasar," jelasnya.
Pemerintah juga tidak akan menetapkan penyebaran alokasi dana subsidi rusun dan RSh berdasarkan daerah kabupaten/kota.
Selama ini pembangunan RSh paling banyak di daerah Jawa Barat terutama di Bekasi, Depok, Bogor, dan Bandung, kemudian di kota besar lainnya seperti Medan, Surabaya, atau Makassar.
"Kami lihat dulu daerah mana yang paling banyak permintaannya, maka itu akan mendapat prioritas. Aturannya tidak dibuat terlalu kaku untuk mendorong pengembang membangun rumah," jelasnya.
Tito mengatakan kenaikan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 75 basis poin dalam tiga bulan terakhir juga tidak akan mengurangi jumlah alokasi rumah yang akan disubsidi. (20)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Siapkan dana untuk sarana pendukung
- Menuntut pengembang ikut berbagi beban
- PILAR
Gapensi & IRDB jalin kerja sama - PILAR
Simpang Susun Tomang diperbaiki - PILAR
Mitra Sindo siapkan pasar modern