Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 16/08/2008
Kiat pengembang mengakali kejenuhan
Kendati mulai memperlihatkan tanda-tanda kejenuhan, Jakarta masih menjadi incaran utama para pengembang. Hingga akhir tahun ini, diperkirakan akan ada tambahan pasokan baru seluas 447.700 meter persegi ruang komersial baru di Jakarta.
Bahkan, data PT Property Advisory Indonesia (Provis) menunjukkan dalam dua tahun ke depan, sejumlah mal dan pusat perbelanjaan berskala besar siap beroperasi dan akan memperketat persaingan di sektor ini.
Hampir semua pusat perbelanjaan itu merupakan bagian dari pengembangan multifungsi bersama apartemen dan gedung perkantoran yang biasa disebut superblok. Proyek itu antara lain Emporium Pluit Mall, Ciputra World, Kuningan City, Mall of Indonesia, Plaza Indonesia Extension, Central Park, Gandaria Main Street, Kemang Village, Kota Kasablanka, dan Seasons City.
Alvin Andronicus, General Manager Operational PT Cakrawira Bumimandala, perusahaan di bawah bendera Grup Agung Podomoro, yang merupakan pengembang Seasons City, mengakui persaingan properti komersial di Jakarta semakin ketat.
Pengembang harus memiliki berbagai strategi jitu untuk menarik penyewa dan pengunjung. "Persaingan di Jakarta ketat, jadi strateginya harus bagus," katanya.
Salah satu faktor yang menentukan adalah pemilihan penyewa utama (anchor tenant). Penyewa skala besar ini akan menentukan penyewa lainnya.
Alvin menambahkan selain penyewa utama, penyewa pada ruang pendukung juga tak kalah penting. Jangan sampai ada ruang kosong yang akan mengganggu pemandangan, karena akan menurunkan citra mal itu sendiri.
Untuk menggaet penyewa, Cakrawira Bumimandala bahkan akan memberikan sewa dan parkir gratis selama enam bulan kepada pengusaha dan pedagang yang akan mengisi Seasons City.
Ian Wisan, Wakil Presiden Direktur PT Pancakarya Griyatama, pengembang Tangerang City, mengatakan pemilihan tenant utama biasanya berjalan bersamaan dengan rencana pembangunan, setelah memperoleh lokasi yang akan digarap.
Komitmen penyewa
Sebelum merealisasikan proyeknya, pengembang sudah harus memegang komitmen dari salah satu penyewa utama tersebut. "Biasanya bareng, sambil berjalan. Kami tahu persyaratan yang diinginkan oleh anchor tenant, jadi lokasi yang kami pilih pasti sama dengan pilihan penyewa," katanya.
Pemilihan penyewa dari pengusaha makanan dan minuman juga mempunyai peran penting karena berkaitan dengan kebutuhan dasar dan gaya hidup. Produk ini bisa menghabiskan 10%-20% dari total ruang yang tersedia pada properti komersial.
Berdasarkan data Provis, peningkatan okupansi selama kuartal II/2008 pada properti komersial yang ada, terutama didominasi oleh penyewa yang berbisnis makanan dan minuman. (redaksi@bisnis.co.id)
Oleh A. Dadan Muhanda
Kontributor Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Ramai-ramai bergeser ke timur
- Gedung-gedung jangkung 'menyerbu' Bandung
- PILAR
'Kerja sama air tak hambat PDAM' - PILAR
Renovasi Pluit Village sesuai jadwal - Pengembang tunggu juknis rusunami