Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Sup. Properti
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 20/08/2008
Ruas trans-Jawa baru terbangun 19,17%
CIREBON: Pembangunan ruas tol trans-Jawa sepanjang 1.179 kilometer baru selesai sepanjang 226 kilometer (19,17%) akibat tersendatnya pendanaan.
Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pembangunan tol trans-Jawa mulai dari Merak hingga Banyuwangi membutuhkan dana sangat besar dan harus dibiayai dengan anggaran tahun jamak (multiyears). Di sisi lain, sulitnya pembebasan tanah juga menyebabkan tersendatnya proyek tersebut.
"Pendanaan proyek itu sampai kini belum jelas," ujarnya pada seminar bertema Tol trans-Jawa antara kapitalis dan kearifan lokal di Cirebon, Jabar, pekan lalu.
Hermanto mengatakan proyek tersebut membutuhkan dana sedikitnya Rp52 triliun, sehingga pemerintah harus mencari sumber pendanaan dan menetapkan proyek tol itu sebagai skala prioritas pembangunan.
Menurut dia, ruas tol trans-Jawa yang sudah selesai sepanjang 226 km memiliki fasilitas yang dibutuhkan, sedangkan sisa ruas tol itu yang masih harus dibebaskan tanahnya berada di wilayah Banten, Jabar, Jateng, dan Jatim.
"Jabar termasuk prioritas utama dan proses pembangunannya mulai berlangsung. Bahkan, tol Kanci-Pejagan, pembebasan tanahnya hampir selesai dan siap diuruk," ujarnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, ruas tol Kanci (Cirebon)-Pejagan (Brebes) sepanjang 34 km digarap oleh PT Semesta Marga Raya.
Proyek senilai Rp2,1 triliun tersebut saat ini sudah memasuki tahap konstruksi berupa pengerasan jalan.
Karena proses pembebasan lahan jalan tol ini yang tergolong cepat, Departemen PU akan menjadikan ruas Kanci-Pejagan sebagai model atau contoh bagi pembebasan lahan untuk ruas lainnya pada koridor trans-Jawa.
Terkait dengan progres tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 110 km, Hermanto menuturkan pembebasan tanahnya sebagian besar sudah tuntas. Namun, masih ada beberapa titik yang sulit dibebaskan, yaitu di daerah pesantren Babakan Ciwaringin.
"Kami berharap terjadi kesepakatan [soal pembebasan lahan]. Bagaimanapun, proyek tol ini strategis guna memacu pertumbuhan perekonomian." (k41/zufrizal)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Ramai-ramai bergeser ke timur
- Gedung-gedung jangkung 'menyerbu' Bandung
- PILAR
'Kerja sama air tak hambat PDAM' - PILAR
Renovasi Pluit Village sesuai jadwal - Pengembang tunggu juknis rusunami